Yadi Mulyadi: SBY Tidak Boleh Dijatuhkan dengan KLB

Nasional

wartapakwan.co.id, CIANJUR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menolak dengan keras atas usulan akan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum yang didorong oleh sejumlah pendiri dan senior Partai Demokrat.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Cianjur Yadi Mulyadi mengatakan KLB hanya akan merusak tradisi dan tatanan demokrasi. Cukup satu kali KLB yang terjadi di partai berlambang mercy ini, karena ketika tradisi itu terus dijalankan akan berulang KLB KLB berikutnya.

“Jika SBY diganti dengan KLB, maka ini menjadi tradisi buruk dan merusak demokrasi yang sedang dibangun di tanah air. KLB akan berulang dengan KLB berikutnya, sangat buruk untuk PD dan nasib para kader ke depannya,” kata Yadi saat ditemui Wartawan, Sabtu (15/06/2019)

Yadi mengatakan, semua kader boleh saja membicarakan persiapan Kongres, jika tidak ada hambatan, Kongres akan dilaksanakan pada bulan Mei 2020. Sehingga, jika kongres dilaksanakan bukan dengan KLB maka pada ajang itulah semua kader potensial diberi kesempatan untuk berjuang menangkan suara pemilih, yaitu ketua DPD, Ketua DPC dan Unsur DPP.

“SBY tidak boleh dijatuhkan sebagai Ketua Umum, walaupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan ditunjuk sebagai pengganti,” tegasnya.

Yadi menandaskan, Partai Demokrat saat ini dirasa perlu menghadirkan tokoh nasional untuk memimpin pada periode berikutnya. Yaitu tokoh yang punya integritas tinggi, egaliter dekat dengan rakyat dan mudah menerima kader kapan saja dan dimana saja. “Tokoh yang membuat kader di daerah bangga dan senang hati menerimanya, bukan yang memberatkan atau bahkan menyulitkan,” Pungkasnya. (Denni Krisman)