Webinar Brokoli Angkat Instagram Untuk Pembelajaraan, Strategi Kreatif Usir Bosan PJJ

Publikasi

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Pandemi virus Corona yang belum usai melanda Indonesia dan sejumlah negara membuat banyak negara di dunia saat ini mengalami tantangan menerapkan kegiatan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pandemi COVID-19 mengharuskan masyarakat untuk beradaptasi dengan cepat dalam melakukan PJJ.

Semakin panjangnya waktu yang diberlakukan untuk PJJ ini menuntut para pengajar/guru mencari strategi agar proses belajar mengajar tidak membuat bosan anak didik yang akan berimbas pada menurunnya minat belajar.

“ Penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dan tepat guna harus menjadi program bagi pendidik. Program yang digunakan tentu dapat memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia salah satunya media sosial Instagram (IG), “ ujar Rizky Permana Widyaiswara Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) dalam Webinar Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online) volume II edisi Senin (29/6).

Rizky menuturkan popularitas IG dan banyak memiliki fitur menjadi menarik dipilih sebagai media pembelajaran. Selain itu kuota yang digunakan kecil dan cenderung murah.

“ IG adalah sesuatu yang familiar, terutama dikalangan milenial. Karena familiar itulah seharusnya bisa kita gunakan untuk menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan sesuatu,” jelasnya.

 

Langkah awal jika menggunakan IG sebagai media pembelajaran adalah membuat teacher profile yang lengkap agar terlihat professional. Pastikan membuat akun yang berbeda dengan akun pribadi dengan cara memanfaatkan fitur add account. Karena kini IG bisa memfasilitasi lima account secara bersamaan.

“ Buat profile yang semuanya berbicara tentang profesi didunia pendidikan dan terlihat professional. Jangan dicampur antara akun pembelajaran ini dengan akun pribadi, dengan memfungsikan fitur add account, “ sarannya.

Fitur lain yang bisa dimanfaatkan adalah Insta Story. Menjawab pertanyaan peserta Rizky menyampaikan cara efektif menyampaikan pembelajaran bagi petani adalah dengan membuat story – story bersambung dengan gambar dan ilustrasi yang menarik. Insta story ini bisa dimanfaatkan pengajar untuk storytelling serta membuat icebreaking dalam bentuk kuis yang menarik peserta didik untuk aktif berinteraksi.

Para pengajar diajak pula untuk memanfaatkan fungsi IG lainnya yaitu tagar/ hashtag (#), sebagai salah satu bentuk dokumentasi digital. Sementara untuk memamerkan kegiatan peserta didik, pengajar dapat meminta peserta didiknya memamerkan kegiatannya melalui IG TV dalam bentuk video berdurasi maksimal 15 menit.

Para peserta dari berbagai instansi baik Kementan maupun non Kementan diajak pula mengexplore kegunaan IG. Rizky merinci IG bisa bermanfaat bagi yang ingin belajr bahasa inggris dengan explore vocabulary, postwork dan assignment, pre test, mevisualisasikan apa yang mereka baca, sebagai showcase student works, engage parents yang penting untuk orangtua melihat hasil – hasil pembelajaran putra putrinya serta mengcapture class memories.

“ Capture Class memories ini sebagai pembeda antara konvensional dan pembelajaran lewat IG. Jika konvensional memory ada di kepala, di IG dalam bentuk gambar, video dan lain – lain, “ ucapnya. (Yudi Ils/Regi – PPMKP)