You are currently viewing Usai Banjir Petani Pandeglang Semangat Kembali Bertanam 

Usai Banjir Petani Pandeglang Semangat Kembali Bertanam 

 

Pandeglang,- Usai dikepung banjir, sejumlah petani di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang Banten kini semangat bertanam kembali.

“ Dari hasil monitoring yang dilakukan pada akhir Januari lalu, petani yang mengalami gagal tanam sudah kembali bertanam dengan menggunakan benih swadaya, “ ujar Iping Saripin Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang Rabu (10/02/2021).

Kata Iping mereka yang gagal tanam sebetulnya sudah diusulkan untuk mendapat bantuan benih, namun masih dalam tahap proses.

Distan Kabupaten Pandeglang, mencatat luas lahan sawah petani yang terkena banjir mencapai 8.859 ha. Dari luas tersebut 1.810 ha gagal tanam. Banjir melanda 16 Kecamatan di Pandeglang pada akhir 2020 hingga awal 2021. Kecamatan terluas dilanda banjir adalah Kecamatan Sukaresmi.

Banjir disinyalir akibat dari pendangkalan sungai dan curah hujan yang ketika itu intensitasnya sangat tinggi mengguyur Kabupaten Pandeglang. Banjir disebut sudah sering melanda sejak tahun 2014 lalu.

Selanjutnya para petani didorong untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani padi (AUTP). Sosialisasi secara terus menerus ungkap Iping, dilaksanakan dari awal tahun 2020 baik melalui rapat kordinasi dengan para korluh di kecamatan maupun melalui media elektronik.

“ Kami terus dorong petani mengasuransikan lahannya sebelum tanam. Agar lebih aman dan nyaman dalam usaha taninya,” ujarnya.

Jika petani ikut program asuransi pertanian mereka tidak perlu lagi khawatir dengan gagal panen yang disebabkan bencana alam seperti banjir, kekeringan atau kena serangan hama. Kerugian akibat bencana tersebut akan diganti pihak asuransi, sebesar Rp. 6 juta/ha.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengingatkan pentingnya AUTP. Dijelaskannya, asuransi pertanian diperlukan untuk menanggulangi kerugian jika disebabkan faktor alam. Ia menekankan Asuransi pertanian harus menjadi culture dan diterapkan seluruhnya. Program ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 40 Tahun 2015.

Menghadapi bencana, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi meminta penyuluh di provinsi dan kabupaten/kota yang terdampak bencana alam diharapkan tetap membangkitkan semangat petani mengatasi dampak banjir ataupun bencana lainnya. Caranya dengan melakukan identifikasi lahan pertanian yang terdampak bencana, sebagai langkah awal untuk membangun kembali pertanian setelah dilanda bencana alam. (Regi/PPMKP).