You are currently viewing UNBK SMKN 1 Cipanas Dimonev Cadin Disdikbud Provinsi Jabar

UNBK SMKN 1 Cipanas Dimonev Cadin Disdikbud Provinsi Jabar

Kepala Seksi Pelayanan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Jajat Sudrajat, didampingi Kepala Sekolah, Bambang R Mulyono, di sela monitoring UNBK di SMKN 1 Cipanas, Cianjur.

Wartapakwan.co.id.CIANJUR – Memasuki hari ke 3 pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 (satu) Cipanas, Jl. Raya Cipanas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawabarat, rabu (27/03/201), berjalan dengan aman dan lancar.

Kepala SMKN 1 Cipanas, Bambang R Mulyono, menyebutkan jumlah peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 501 siswa. Namun, karena keterbatasan jumlah komputer yang hanya 200 unit, pelaksanaan UNBK dibagi menjadi tiga sesi.

Pihaknya tak memungkiri ada beberapa kendala dalam pelaksanaan UNBK. Namun kendala-kendala tersebut tak terlalu krusial karena bisa segera atasi sehingga tak mengganggu kelancaran UNBK.

“Sejauh ini alhamdulillah lancar. Ada sih beberapa kendala, seperti kekurangan token maupun jadwal saat sesi ketiga yang terlalu panjang hampir 1,5 jam. Untuk pelaksanaan UNBK, kami kerja sama dengan PLN, Telkom, maupun pihak kepolisian,” terangnya.

Hari ketiga pelaksanaan, mata pelajaran yang diujiankan Bahasa Inggris. Pada hari pertama Bahasa Indonesia dan hari kedua Matematika. “Untuk hari terakhir besok mata pelajaran yang diujiankan kompetensi kejuruan,” tandasnya.

Kepala Seksi Pelayanan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Jajat Sudrajat, didampingi Kepela Sekolah Bambang R Mulyono, di sela monitoring UNBK di SMKN 1 Cipanas. Cianjur.

Sementara itu, Cabang Dinas (Cadin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat memonitoring pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur.

Kepala Seksi Pelayanan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Jajat Sudrajat, di sela monitoring UNBK di SMKN 1 Cipanas, mengatakan hasil pemantauan dari hari pertama hingga hari ketiga, secara teknis dan nonteknis tidak ada kendala apapun. Bagi sekolah yang berada di selatan, mereka mengantisipasi pasokan listrik dengan menyiapkan genset. Jadi, tidak ada masalah.

“Hasil monitoring hingga hari ketiga pelaksanaan, secara umum sejauh ini tidak ada kendala teknis dan nonteknis,” kata Jajat. Ruang lingkup kerja Cabang Dinas Wilayah VI meliputi Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat, jumlah SMK yang mengikuti UNBK tahun ini sebanyak 456 sekolah negeri dan swasta. Di Kabupaten Cianjur, jumlah SMK yang melaksanakan UNBK lebih kurang 250 sekolah negeri dan swasta.

“Di Kabupaten Cianjur 100% ikut UNBK. Untuk SMK negerinya sebanyak 28 sekolah. Sisanya swasta. Kalau untuk jumlah peserta, di Kabupaten Cianjur sekitar 32 ribu siswa,” terang dia.

Mekanisme pelaksanaan UNBK baik di SMK negeri maupun swasta, kata Jajat, dilakukan dalam tiga sesi per hari. Jajat menyebutkan hampir semua sekolah bekerja sama dengan PLN untuk menjaga stabilitas pasokan listrik. “Pelaksanaannya bukan dua sesi, tapi tiga sesi. Semua sama, swasta dan negeri,” pungkasnya.