You are currently viewing Temukan Indeks Analisis Keberlanjutan LKMA, Widyaiswara PPMKP Raih Gelar Doktor

Temukan Indeks Analisis Keberlanjutan LKMA, Widyaiswara PPMKP Raih Gelar Doktor

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Widyaiswara Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Triane Widya Anggriani berhasil meraih gelar Doktor di Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Senin (17/12).

Ibu tiga orang putra dan putri ini berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul Analisis Keberlanjutan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) di Kabupaten Bogor. LKMA adalah program andalan Kementerian Pertanian yang bertujuan memberikan bantuan modal bagi petani miskin perdesaan sehingga dapat meningkatkan pendapatannya dan mengurangi ketimpangan serta menciptakan lapangan pekerjaan di perdesaan.

“ Program ini memiliki tujuan sangat mulia yaitu menurunkan angka kemiskinan, LKMA diharapkan dapat membantu masyarakat miskin khususnya petani untuk meningkatkan pendapatannya, “ urainya.

Keterangan Foto : Raih gelar Doktor Triane Widya Anggriani perkuat squad Widyaiswara PPMKP.

Didepan Penguji Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc. dan Dr. Ir. Wiwiek Rindayati, M.Si, perempuan yang akrab disapa Anne ini menjelaskan kebaruan dari penelitiannya adalah menganalisis keberlanjutan LKMA yang dibentuk dari program pemerintah baik dari sisi efisiensi dan jangkauan, dengan membuat indeks keberlanjutan LKM secara holistik yang mencakup keberlanjutan finasial dan keberlanjutan jangkauan dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi keberlanjutan LKM bagi petani di perdesaan dengan melihat dari beberapa variabel yakni dari total pinjaman, total modal, jumlah anggota, umur LKM, jumlah pegawai, pendidikan manager dan wilayah.

Sementara itu Penguji Winny Dian Wibawa mengemukakan, keberhasilan Anne membuat sebuah kebaruan menganalisis keberlanjutan dari LKMA yang dikenal dengan PUAP dengan menemukan Indeks membuat kita bisa mengetahui bagaimana keberlanjutan sebuah LKMA.

“ Dengan indeks ini kita bisa mengetahui keberlanjutan LKMA seperti apa rendah atau tinggi sehingga bisa diberikan perlakuan – perlakuan. Ini memberikan kontribusi yang besar bagi Kementerian Pertanian, terutama untuk program – program yang banyak memakan biaya, “ tuturnya.

Triane Widya Anggriani lahir di Majalengka, 12 Oktober 1982 Jenjang pendidikan dari SD hingga SMA diselesaikan di Majalengka, S1 IPB Manajemen Agribisnis, S2 UI Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik dan S3 IPB Ilmu Perencanaan Pembangunan dan Wilayah Perdesaan. Dalam menyusun penelitiannya Ia dibimbing Prof. Dr. Ir. R Nunung Nuryartono, M.Si, Prof. Dr. Ir. Bambang Juanda, MS dan Dr. Jaenal Effendi, S.Ag. MA. (RG/PPMKP)