You are currently viewing Tawuran Pelajar Berulang Terus, Kapolres Bogor Minta Disdik Evaluasi Izin Sekolah

Tawuran Pelajar Berulang Terus, Kapolres Bogor Minta Disdik Evaluasi Izin Sekolah

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky

Wartapakwan.co.id, CIBINONG – Dunia pendidikan kembali berduka dengan tewasnya SV (15) seorang pelajar SMK Pijar Alam Cileungsi.

Diketahui korban mengalami luka bacok di dada kiri dan paha kiri.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Bogor, AKBP Andi M. Dicky, dalam waktu dekat akan meminta dinas terkait guna mencari solusi.

“saya akan meminta dinas pendidikan kita duduk bersama-sama memanggil para guru terutama guru sekolah tersebut,” ungkapnya pada wartapakwan.co.id, saat usai konfrensi pers di Mapolres Bogor, Jumat (14/9).

Maraknya kasus tawuran hingga mengakibatkan korban jiwa, menurut Dicky, butuh penanganan yang sangat serius.

“Nah kalau anak-anak ini sekolah bawa senjata tajam (sajam) ini kan banyak sekali sajam celurit besar-besar, ini niatnya sudah tidak sekolah lagi, niatnya sudah urakan dan ini tentu perlu penanganan kita bersama,”

Lebih lanjut, Dicky mengatakan,”Masyarakat sudah resah apabila sekolah-sekolah yang sering terlibat tawuran kita rekomendasikan pada disdik untuk dievaluasi saja izin nya termasuk juga sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor karena dari pada anak-anak ini sekolah tapi tawuran terus nanti ada korban jiwa lebih baik kita antisipasi saja,” katanya

Ia pun menghimbau dan mengajak lapisan masyarakat agar turut berperan serta membantu kepolisian untuk memonitor.

“ini peranan dari orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama untuk mengantisipasi masalah ini, peran masyarakat ini sangat penting dan mengawasi, apabila warga sudah melihat ada anak-anak yang nongkrong diluar jam sekolah terus kira-kira bawa sajam langsung laporkan,”

Pihaknya mengaku akan menindak tegas dan akan memproses pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam.

“Kami dari Polres Bogor tidak akan segan-segan bagi siapa yang tertangkap bawa sajam jangan minta ampun, jangan minta tolong, jangan minta kebijaksanaan, berapa pun umurnya dewasa atau tidak dewasa akan saya proses karena ini urusannya sudah nyawa, korban jiwa sudah ada dan ini sudah terjadi berkali-kali,” tegasnya.

(adi/wartapakwan.co.id)