You are currently viewing Sukseskan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, PPMKP gelar Sosialisasi Dalam Program Brokoli

Sukseskan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, PPMKP gelar Sosialisasi Dalam Program Brokoli

Ciawi Bogor : Sukseskan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun 2021, Pusat Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor gelar program Ngobrol Asyik Via Online (Brokoli), Jum’at (23/07/2021).

Selain melakukan sosialisasi, kepada petani, penyuluh, insan pertanian dan stakeholders di Provinsi Aceh dalam program yang diikuti 942 peserta dan disiarkan juga melalui kanal Youtube PPMKP Ciawi tersebut, petani, penyuluh, dan insan pertanian di 23 kabupaten di Provinsi Aceh terus didorong untuk segera melakukan registrasi online.

Kepala Pusat Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor Yusral Tahir mengatakan 2.597 penyuluh di wilayah paling barat Indonesia itu ditargetkan mengikuti pelatihan yang rencananya dilaksanakan 28 Juli – 01 Agustus 2021. Dari target tersebut sudah hampir 100 persen penyuluh telah terdaftar sebagai peserta.

“ Saya sangat mengapresiasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh yang terus berperan aktif mendorong para penyuluhnya untuk mendaftar guna mengikuti pelatihan. Harapannya tidak berhenti diangka target,” ucap Yusral kepada 942 peserta sosialisasi.

Pelatihan ini kata Yusral merupakan program peningkatan SDM petani dan penyuluh. Karena untuk membangun pertanian tidak hanya teknologi melainkan SDM yang paling utama. Dengan kompetensi SDM pertanian dalam teknologi baik mesin dan alat pertanian maupun teknologi budidaya, pasca panen dan pemasaran akan membawa Indonesia menjadi negara agraris yang maju.

“ Teknologi tak ada artinya jika SDMnya lemah. Oleh karena itu BPPSDMP terus meningkatkan kompetensi SDM pertanian melalui pelatihan – pelatihan sehingga apa yang diharapkan Menteri Syahrul Yasin Limpo yaitu produksi pertanian kita menjadi produk yang berkualitas tinggi, kontinyu dan berdaya saing bisa masuk pasar lokal maupun internasional dan membawa Indonesia menjadi negara agraris yang maju, “ ujarnya

Dalam kesempatan yang sama Mukhlis Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Perkebunan Distanbun Provinsi Aceh menuturkan yang masih menjadi PR penting yang harus dikejar yakni target keikutsertaan petani. Untuk itu Ia mendorong agar setiap penyuluh terutama yang bertugas dilapangan agar aktif merangkul dan mengajak petani mengikuti pelatihan yang dinilainya amat penting ini.

Untuk keikutsertaan penyuluh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh mencatat tidak hanya penyuluh ASN (PNS dan PPPK) saja yang antusias mendaftar melainkan juga para penyuluh swadaya.

 “102 ribu lebih target peserta petani. Ini menjadi tugas serius penyuluh yang dilapangan untuk merangkul dan mengajak petani agar jumlah yang ditargetkan bisa tercapai, “ ujarnya.

Menurutnya hal tersebut tidaklah sulit, di Aceh rata – rata jumlah petani dalam setiap kelompok 20 – 25 orang. Jika dilaksanakan dengan serius dalam tiga hari jumlah tersebut pasti dapat dicapai.

Hal ini telah dilakukan di Kota Langsa seperti dituturkan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Lely Ardiani. Setiap penyuluh di Kota Langsa diwajibkan bisa mendaftarkan 40 orang petani. Dengan jumlah penyuluh keseluruhan 49 orang maka Ia yakin target 1.960 petani akan tercapai dalam waktu dekat.

Hal ini diharapkan bisa diikuti oleh kabupaten – kabupaten lain, sehingga semua petani dapat mengikuti pelatihan ini.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan yang terstruktur, sistematis dan masif. Sekitar satu juta petani dan penyuluh dari seluruh Indonesia akan dilibatkan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam pelatihan daring (online) untuk menyiapkan SDM pertanian yang berkompeten menghadapi tantangan dan perubahan cepat pada era industri 4.0.

“ Karena perkembangan pertanian sangat dinamis. SDM pertanian adalah penentu peningkatan produktivitas, kontribusinya 50%. Sementara inovasi teknologi dan regulasi masing-masing 25%, “ ungkap Mentan.

Adapun Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memastikan Kementan tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Pertanian posisinya penting bagi ketahanan pangan. Secara bisnis, pertanian juga sangat kompetitif dan tidak terpengaruh pandemi Covid-19,” kata Dedi Nursyamsi.(Regi/PPMKP)