You are currently viewing Siap Transformasi Menjadi Kostratani 100 Persen BPP Kabupaten Pandeglang Sudah Terhubung Ke AWR

Siap Transformasi Menjadi Kostratani 100 Persen BPP Kabupaten Pandeglang Sudah Terhubung Ke AWR

Siap Transformasi Menjadi Kostratani 100 Persen BPP Kabupaten Pandeglang Sudah Terhubung Ke AWR

Pandeglang : Sebanyak 23 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) berhasil menginput data pertanian diwilayahnya melalui Aplikasi Laporan Program Utama Kementerian Pertanian (Kementan). Dengan demikian seluruh BPP di Kabupaten Pandeglang telah terhubung ke Agriculture War Room (AWR) di Kantor Pusat Kementan di Jakarta. Sebelumnya 12 BPP sudah terlebih dahulu terhubung dan bertransformasi menjadi Kostratani. Dua diantaranya yakni Mandalawangi dan Cipeucang dinobatkan jadi Model BPP Kostratani

Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Yusral Tahir mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) merilis Agriculture War Room (AWR) atau ruangan berisi sejumlah alat pemantau yang berfungsi memperbarui data pertanian di Indonesia secara berkala. Data yang dihasilkan oleh sistem di ruangan ini meliputi luas lahan baku sawah, pasokan pupuk, hingga luas panen. Tidak hanya itu ruangan yang dilengkapi dengan citra satelit inipun dapat menjadi forum untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi dilapangan agar dapat segera mendapat penanganan.

“ Agriculture War Room (AWR) adalah sebuah ruangan untuk kita berperang dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian. Ketika sudah terhubung dengan ruang tersebut, penyuluh diwajibkan mengupdate data pertanian dan semua potensi pertanian dan segala permasalahan yang terjadi diwilayahnya seperti serangan hama, untuk dapat segera mendapat penanganan, karena data tersebut dipantau langsung oleh Mentan,” ujar Yusral saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Pelaporan Program Utama Kementan bagi BPP Kostratani, Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon di Kantor Dinas Pertanian, Kabupaten Pandeglang, Selasa (25/8).

Yusral menjelaskan untuk dapat terhubung dengan ruangan/forum tersebut Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) harus segera bertransformasi menjadi Kostratani dan melakukan input data.

Lebih jauh Yusral menyampaikan AWR merupakan langkah Kementan untuk mengupdate data pertanian dan semua potensi lokal. Data ini akan dijadikan rujukan Kementan untuk merumuskan kebijakan dan program pembangunan pertanian.. Dari ruangan yang dilengkapi dengan citra satelit yang dapat merekam berbagai objek ini Mentan bisa memperoleh informasi langsung dari ujung tombak pembangunan pertanian yakni para penyuluh.

“ Pak Mentan ingin dalam menentukan kebijakan pembangunan pertanian beranjak dari bawah atau Bottom Up, “ ucapnya.

Menurut Yusral ruang ini (AWR) adalah ruang untuk memacu meningkatkan kemampuan. Untuk mewujudkan BPP menjadi sentra data, sentra petani menimba ilmu dan sebagai sentra informasi, Ia berharap penyuluh beserta fungsional dan admin di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Pandeglang secara rutin memperbaharui data setiap Kamis sore ke aplikasi pelaporan utama Kementerian Pertanian RI via website http://laporanutama.pertanian.go.id.

Menteri Pertanian menginstruksikan untuk membangun BPP Kostratani di seluruh BPP di seluruh nusantara yang jumlahnya sekitar 6000. Transformasi BPP menjadi Kostratani ditandai dengan terhubungnya BPP dengan AWR di Kementan Jakarta.

Tugas ini diserahkan Mentan kepada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Mengemban amanah tersebut Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menghimbau agar UPT/Satker terus gencar melakukan sosialisasi dan terjun ke lapangan untuk segera menghubungkan Kostratani ke Agriculture War Room (AWR), sehingga menteri bisa menyampaikan dan mengecek data yang dikirim BPP ke AWR. Dedi menuturkan dari sekian syarat yang harus dipenuhi calon BPP Kostratani, ada satu yang wajib dipenuhi dengan segera. Yaitu ada fasilitas listrik IT, internet, laptop, dan lainnya. Sedangkan lainnya bisa disusulkan.

Kegiatan Bimtek Aplikasi Laporan Program Utama Kementan bagi BPP Kostratani yang berlangsung dua hari (25 – 26/8), dihadiri Kabid Penyuluhan. Kabid Tanaman Pangan dan Sekretaris Dinas (Regi/PPMKP)