You are currently viewing Seniman Bogor Gaungkan Kebersamaan

Seniman Bogor Gaungkan Kebersamaan

para seniman menggemakan kebersamaan.

Sedikitnya 70 perupa Kota Bogor melakukan aksi melukis bersama di Gedung Kemuning Gading pada Sabtu (25/03/2017). Para seniman yang tergabung dalam Forum Komunikasi Seniman Bogor (FKSB) ini juga menggelar karya sebagai bentuk dukungan dan respon positif mereka atas kebersamaan para pemusik jalanan yang tergabung dalam Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bogor.

Bersatunya para seniman dalam wadah-wadah komunikasi itu ditandai dengan digelarnya Orkestra Gaung Jalanan yang menghadirkan bentuk pertunjukan musik orkestra penyanyi jalanan dan tampilnya kelompok-kelompok musik jalanan di waktu dan tempat yang sama.

“Ini merupakan semangat yang sangat hebat dari kawan-kawan seniman, baik itu para pelukis maupun para pemusik yang mengusung dan memperlihatkan nilai persatuan, mengedepankan kebersamaan dan kekaryaan di tengah fenomena bangsa kita yang tengah diuji berbagai konflik,” ujat Masajie, Ketua Forum Komunikasi Seniman Bogor (FKSB).

Menurut Masajie, semangat seniman merespon seniman ini diharapkan mampu memberi edukasi kepada masyarakat agar mengedepankan keguyuban dan produktivitas dalam membangun Kota Bogor. Karena itulah, FKSB juga membangun wadahnya dengan merangkul beragam jenis kekaryaan seni rupa dan berbagai generasi dari para perupa muda hingga para perupa senior, jurnalis, penggiat seni dan kantung-kantung kesenian lainnya.

“Para perupa muda juga bergabung dalam Komunitas Seniman Muda Bogor (KSMB) sebagai bagian dari keluarga besar kami,” tambah Aji, begitu panggilannya. Aji menambahkan, kegiatan melukis bersama ini merupakan kali kedua setelah 28 Januari lalu melakukan kegiatan yang sama, sekaligus sebagai tanggal pembentukan FKSB.

Gerakan kesenian bersama FKSB dan KSMB yang bermarkas di Gardu Budaya Bubulak (GBB), Jl. Gardu Raya, Bubulak Bogor Barat ini juga tidak memilah wilayah Bogor secara administratif. “Semua seniman dari Bogor, atau para seniman asal kota lain yang berkarya di Bogor dan seniman Bogor yang berkarya di kota lain, kami anggap sebagai sebuah keluarga besar. Prinsipnya, bahasa kesenian adalah universal,” tegasnya.

Wadah ini akan bergerak menjadi bagian dari ruang komunikasi seniman untuk berkarya, membangun dan memelihara wacana kesenian, termasuk sebagai upaya menghidupkan kesenian dan para seniman Bogor secara berkelanjutan. “Dengan kebersamaan dan semangat kekeluargaan, kita yakin berbagai persoalan, tantangan dan perkembangan seni rupa dapat dilalui dan dijawab dengan baik,” paparnya.

Ketua Harian Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B), Arifin Himawan, melihat semangat ini merupakan gerakan positif yang ditawarkan oleh seniman. “Sebagai lembaga yang mengawal dan memfasilitasi keberadaan para seniman, kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi atas peran serta seniman dalam membangun kesenian di Kota Bogor. Tentu dengan segala daya dan upaya, kami juga akan berusaha bersinergi agar peran serta seniman di Bogor lebih dijaga, diapresiasi dan diberi kesempatan untuk berkarya lebih baik lagi di ruang-ruang yang ada. Saya yakin, seniman di Bogor juga memiliki keahlian dan kemampuan untuk dilibatkan dalam pembangunan Bogor,” tegas Ahim, begitu ia biasa disapa. *