You are currently viewing SEKRETARIS BADAN PPSDMP LAUNCHING BPP KOSTRATANI JUNREJO KOTA BATU

SEKRETARIS BADAN PPSDMP LAUNCHING BPP KOSTRATANI JUNREJO KOTA BATU

 

 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau yang kerap dipanggil SYL menyampaikan bahwa Kostratani adalah gerakan pembaharuan pertanian untuk mendorong keberhasilan pembangunan pertanian. Adapun pusat pembangunan pertanian di wilayah kecamatan adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

 

Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian terus berupaya meningkatkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian di tingkat kecamatan sebagai Kostratani, untuk itu Model BPP Kostratani Kecamatan Junrejo Kota Batu dilaunching oleh Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian

Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si

Tema yang diusung Pioner Market Place Produk Tanaman Hortikultura.(Sabtu, 31/10) ikut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Kepala Dinas pertanian kota Batu, Ir. Sugeng Pramono,

Kepala Balitjestro,

Dr. Ir. Harwanto, M.Si

koramil Kota Batu, Camat, Lurah, perwakilan Gapoktan dan para penyuluh pertanian.

 

Sekretaris Badan PPSDMP Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si

mengatakan, lima peran utama yang dijalankan oleh BPP Kostratani yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan

Pengembangan Kostratani juga bertujuan meningkatkan kerjasama pemerintah pusat dan pemerintah daerah, melalui Kostrada di tingkat kabupaten dan Kostrawil di tingkat provinsi, di bawah kendali Kostratanas di tingkat pusat. Titik pengungkit program utama Kementan adalah sumber daya manusia (SDM), sudah menjadi tugas

Badan PPSDMP adalah menyediakan sumber daya manusia  yang unggul inovatif, kreatif, produktif dan berjiwa enterpreneur.

Ketersediaan SDM tersebut ditopang oleh Pusat Pelatihan Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian dan Pusat Pendidikan.

 

Lebihlanjut Munifah menyampaikan bahwa

petani perlu keluar dari aktivitas  on farm menuju ke off farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas  usaha tani melalui pengolahan produk pertanian termasuk pengembangan usaha berbasis pertanian.

 

Sesi launcing dilanjutkan dengan meninjau areal bazar yang menampilkan produk pertanian baik olahan atau organik yang dihasilkan dari tiap tiap gapoktan desa/kelurahan sekecamatan Junrejo.

Disela sela kunjungan diareal bazar, Munifah berpesan bahwa peran penyuluh di era sekarang bukan hanya mengajarkan cara penyemprotan dan pemupukan, tetapi menjembatani petani sehingga terbentuk pola kolaborasi minimal dengan membentuk petani tidak hanya untuk bergerak sendiri tetapi harus berkolaborasi. Secara khusus Sesba meminta pihak terkait untuk membantu membuat perizinan agar produk pertanian dapat dipasarkan lebih luas lagi jangkauannya.

Untuk menjadi hebat, kita haris mampu menghebatkan orang orang disekitar kita, menjadi hebat kalau bisa Grow up together. Demikian pungkas Munifah.T2S/Wan