Rentetan Bunyi Petasan Iringi Khitanan Massal Hari Tani Nasional  

Publikasi

Ciawi Bogor – PPMKP : Rentetan suara ledakan petasan dengan ukuran 1,5 meter menandai dimulainya khitanan massal yang digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor dalam rangka memperingati hari Tani Nasional tahun 2020.

Bunyi ledakan petasan tersebut sebagai tanda dan tradisi khitanan di masyarakat kampung sekitar PPMKP Ciawi Bogor.

“ Ini merupakan kegiatan dalam rangka menyambut hari Tani Nasional. Menyambung tali silaturahmi PPMKP dengan masyarakat. Pelaksanaan khitan dibagi dalam dua tahap, hari ini dan minggu depan. Pembagian ini dalam rangka menjalani SOP Covid sehingga tidak terjadi keramaian, “ kata Kepala PPMKP Yusral Tahir yang hadir menyaksikan kegiatan.

Beragam ekspresi ditunjukkan puluhan anak-anak saat mereka dikhitan. Anak – anak tersebut ada yang menutup mata, berteriak, bernyanyi, hingga membaca doa, sembari memeluk orang tua mereka namun adapula yang tidak menunjukan ekspresi.

Ketakutan dan rasa sakit dikhitan terbayar setelah PPMKP memberikan bingkisan dan uang tunai yang dikenal dengan istilah uang “cecep” kepada mereka. Setidaknya 20 anak mengikuti khitanan massal itu.

Peringatan hari Tani Nasional yang digelar PPMKP tidak melibatkan petani, tetapi melalui kegiatan ini harapannya dapat membantu masyarakat khususnya orang tua yang tidak memiliki biaya untuk menyunat anaknya.

Khitanan dilakukan dengan melibatkan pengurus DKM Al Huda PPMKP Ciawi Bogor dan tim dokter dari klinik kesehatan PPMKP dipimpin langsung dr. Feri Haky.

Yusral Tahir menyebutkan, selain Khitanan Massal, PPMKP akan melaksanakan kegiatan lainnya yakni santunan anak yatim dan masyarakat kurang mampu yang tinggal dilingkungan PPMKP Ciawi Bogor.

 

Di hari Tani Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 September, Yusral Tahir berpesan agar anak – anak yang sudah dikhitan, lebih rajin menjalankan ibadah sholat.

“ Nanti kalau sudah dikhitan, begitu mendengar suara adzan langsung sholat, ajak bapak ibu untuk sholat jangan menunggu waktu sholat mau selesai baru sholat, “ ujar Yusral Tahir.

Iapun meminta kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan ditengah pandemic Covid. Karena masyarakat yang tinggal disekitar lingkungan PPMKP akan banyak berinteraksi dengan pegawai PPMKP.

“ Karena tinggal di lingkungan sekitar PPMKP, suatu saat pasti akan bertemu lagi, maka dari itu Bapak ibu jaga kesehatannya sehingga lingkungan kita bisa terhindar dari covid, “ ungkap Yusral Tahir.

Yusral Tahir mengucapkan terimakasih kepada para orangtua yang sudah mau mengantar anaknya untuk dikhitan. (regi/PPMKP).