Rehab Total BPP di Banten Bawa Berkah Bagi Warga

Publikasi

 

Pandeglang : Pembangunan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Banten oleh Kementerian Pertanian (Kementan) membawa berkah tidak hanya bagi penyuluh diwilayah tersebut tetapi juga bagi warga tetangga kecamatan Pagelaran yakni kecamatan Patia.

Didi warga Desa Patia Kecamatan Patia mengaku kecipratan rejeki dengan menjadi buruh bangunan pada proyek tersebut. Lahan sawah Didi adalah lahan tadah hujan yang pada kemarau ini tak bisa ditanami sehingga Ia tak bisa bekerja disawahnya. Kata Didi menjadi buruh bangunan saat ini adalah pekerjaan yang sangat membantu memberikan pendapatan.

“ Sawah saya tadah hujan, jadi karena sekarang belum turun hujan tak bisa ditanami. Bersyukur ada pembangunan BPP, bisa bekerja jadi tukang ada pendapatan, “ ujarnya.

Tak hanya Didi petani lain Amad mengalami hal serupa. Ia bekerja memasang instalasi listrik pada proyek yang ditargetkan selesai pada November 2021 tersebut.

“ Saya bekerja dari awal, sejak bangunan ini dibongkar, alhamdulilah lancar – lancar saja baik pengerjaan maupun pembayarannya, “ ucapnya.

Sementara itu para Penyuluh wilayah kecamatan Pagelaran yakin dengan diperbaikinya kantor BPP akan memberikan banyak manfaat untuk penyuluh dan bagi warga sekitar.

Pasalnya dengan dibangunnya BPP tersebut selain mendorong semangat dan motivasi para penyuluh, juga sangat representative untuk menjalankan fungsinya sebagai Kostratani. Selain itu dengan dibangunnya kantor tersebut dapat dimanfaatkan pula untuk kegiatan kemasyarakatan warga sekitar.

Dari pantauan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor selaku pendamping program utama Kementan di wilayah Pandeglang pembangunan BPP Pagelaran sudah mencapai 50%. Kepala PPMKP Yusral Tahir mengharapkan pembangunan dapat seleai tepat waktu sehingga penyuluh bisa kembali berkantor dibangunan tersebut.

Pembangunan BPP merupakan upaya transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Kostratani. Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), ini menjadi bukti keseriusan Kementerian Pertanian dalam menggenjot Kostratani yang akan mengawal program-program utama Kementan.

“Kostratani menjadi yang terdepan dalam mengawal program-program utama Kementan. Oleh karena itu, Kostratani kita perkuat. Karena kita ingin fungsi-fungsi Kostratani bisa dijalankan dengan maksimal untuk mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air,” kata Syahrul.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan, penguatan sarana dan prasarana serta kapasitas penyuluh akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas pertanian.

Menurut Dedi, negara maju di berbagai belahan dunia diawali oleh kemajuan di sektor pertanian. Syaratnya, kata dia adalah Indonesia harus memiliki penyuluh yang hebat didukung teknologi yang baik. Hal itu juga berlaku untuk Indonesia.

Untuk itu BPPSDMP terus membenahi penyuluh dan petaninya yang menjadi pengungkit terbesar produktivitas Untuk mencapai itu pemberdayaan penyuluh dimulai dari BPP di Kecamatan di sebut dengan kostratani.(Regi/PPMKP).