Presiden Jokowi Minta Daerah Terisolir Bisa Diakses dalam 7 Hari

Publikasi

Sukajaya, wartapakwan.co.id – Ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Sukajaya menuju Pasir Madang ditargetkan bisa diakses pada hari ini, Senin (6/1/2020). Hal itu diungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat peninjauan ke lokasi pada Minggu (5/1/2020).

Desa Pasir Madang merupakan satu dari enam desa yang hingga kini masih terisolir akibat longsor di kawasan perbukitan Sukajaya pada Rabu 1 Januari 2020. Selain longsor, hujan deras di awal tahun baru juga membuat Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor meluap dan mengakibatkan beberapa wilayah sekitarnya mengalami banjir dan longsor.

Selain Desa Pasir Madang, masih banyak titik longsor yang menutup jalan-jalan utama menuju desa-desa lainnya yang juga mengalami bencana longsor. Antara lain Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, dan Desa Cileuksa.

Untuk akses jalan yang tertutup akibat banjir dan longsor, sebagian titik sudah terbuka, yakni pada Jalan Raya Cigudeg–Kecamatan Sukajaya sepanjang 7 km, Posko Utama–Sub Pos Harkat Jaya sepanjang 2 km, dan ruas Jalan Kiarasari–Jalan Pasir Madang sudah berhasil dibuka 4 titik dari 13 titik longsoran.

“Ini ada beberapa desa yang terisolasi. Untuk itu saya buat dua tim. Kalau Bapak Presiden Jokowi kasih waktu seminggu, itu Insyaallah bisa tembus,” kata Menteri PUPR Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (6/1/2020).

Karena itu, Kementrian PUPR akan menambah kendaraan alat berat agar jalan utama menuju desa-desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, yang terisolasi akibat longsor bisa diakses dalam waktu satu pekan ke depan sesuai target dari Presiden Jokowi.

Masih menurut Basuki, sedikitnya 11 kendaraan alat berat akan diterjunkan untuk menembus jalan-jalan utama yang tertutup longsor. Adapun Kementerian PUPR sejak Sabtu (4/1/2020) telah mengirimkan alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, yakni enam excavator, satu loader, dan satu buildozer.

“Metodenya, setelah satu jalur menuju Sukajaya tembus. Selanjutnya alat berat ini langsung berangkat ke desa berikutnya, kemudian kendaraan di belakang masuk untuk membersihkan,” jelas Menteri Basuki. (tjahyadi ermawan)