You are currently viewing Pranata Humas ‘Transformer’ Kementan Optimis Bersinar Selepas Mendung

Pranata Humas ‘Transformer’ Kementan Optimis Bersinar Selepas Mendung

 

CIAWI – BOGOR. Sebutan transformer untuk pejabat fungsional dari jalur penyetaraan menjadi akrab di era transformasi ini. Sebagai upaya membekali Pranata Humas ‘transformer’, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pranata Humas pekan lalu.

Bagai menepis mendung yang bergelayut di langit pemahaman, Legowo Budi Raharjo, salah satu peserta membagi pengalamannya setelah mengikuti pelatihan.

“Setelah mengikuti pelatihan, pikiran saya jadi terbuka. Mendung mulai sirna. Saya mulai memahami pekerjaan yang sebelumnya tidak saya mengerti sama sekali.”, ujar Budi, dokter hewan dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Nusa Tenggara Timur – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementan.

Dengan latar belakang yang cukup bervariasi, sebagian besar transformer mengalami kebingungan bagaimana memulai profesi barunya. Diakui oleh peserta, pelatihan berhasil membuka cakrawala pemahaman dan mengungkit semangat serta optimisme dalam menjalani profesi barunya sebagai Pranata Humas.

“Dan yang terpenting, saya jadi lebih mencintai profesi saya sebagai pranata humas dan optimis menghadapi masa depan”, tegas Budi mewakili 30 peserta pelatihan lingkup Kementan.

Dalam himbauannya, Yusral Tahir, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, mengajak Pranata Humas memanfaatkan inovasi dalam mengakselerasi pelayanan publik.

“Terapkan ilmu yang diperoleh di sini, manfaatkan dengan penuh inovasi, agar (pelayanan) tidak monoton!”, himbau Yusral.

Seperti diketahui, penggunaan teknologi dalam mempermudah penyebaran informasi publik, sekaligus pemanfaatan media sosial menjadi tantangan bagi humas pemerintah di era digital.

Dari data Hootsuite, sebesar 61,8 % dari total populasi Indonesia menggunakan media sosial. Sehingga memilih media sosial sesuai dengan karakteristik audiens yang dituju, perlu dilakukan Humas pemerintah agar dapat berkomunikasi dengan publik.

Lebih lanjut Yusral mengajak para Pranata Humas untuk membuat tim kerja yang solid, “Harapan saya, setelah pelatihan ini, Pranata Humas dapat menggali potensi masing – masing instansi untuk dikenalkan kepada publik, bekerjasama dengan instansi lain dan berkolaborasi.”

Sehingga Pranata Humas ‘Transformer’ dapat berperan aktif dalam mempertahankan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang telah diperoleh Kementan sebagai badan publik terbaik kategori Kementerian dengan klasifikasi informatif pada tahun 2021 (Nita/ Osi/ PPMKP).