PPMKP Terjunkan Widyaiswara Ahli Utama Latih Kepala BPP Demi Wujudkan Tujuan Jangka Panjang Kostratani

Publikasi

Pandeglang – PPMKP : Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Bagi Kepala Balai Penyuluhan Pertanian ( BPP) Mendukung Program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di Kabupaten Pandeglang, 2 s.d 6 Maret 2020 dengan peserta 40 orang Kepala BPP se kabupaten Pandeglang dan kabupaten Lebak provinsi Banten.
Selaras dengan tujuan jangka panjang Kostratani yang diungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yakni mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan Kepala BPP yang menguasai kompetensi dasar agar mampu menjalankan peran, tugas dan fungsi, tugas dan tanggung jawab dalam mendukung pengelolaan Balai.
Hal inipun merupakan harapan besar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi kepada penyuluh pertanian dimana penyuluh merupakan “Kopasusnya pertanian”, maka penyuluh harus menjadi garda terdepan pertanian.
Dalam setiap kesempatan Ka. Badan mengungkapkan Penyuluh adalah “Otaknya Petani” maka penyuluh haruslah selalu meng-upgrade pendidikan dan pengetahuannya..

Sementara itu Eri Herlina Kepala Seksi Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan, menuturkan tujuan lainnya dari pelatihan ini adalah untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas dan profesionalisme Kepala Balai.

“ Pelatihan ini untuk menguatkan dan meningkatkan serta mengoptimalkan kualitas dan kompetensi dasar profesionalisme sebagai pimpinan Balai yang handal, “ ujarnya

Untuk mewujudkan tujuan tersebut PPMKP menurunkan Widyaiswara Ahli Utama Winny Dian Wibawa, Widi Hardjono, Winarhadi dan Bambang Budhianto serta Widyaiswara Ahli Madya sebagai fasilitator.

Selain Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang merupakan Kabupaten binaan PPMKP dalam program Kostratani dan program Utama Kementerian Pertanian (Kementan). Secara geologi, wilayah Kabupaten Pandeglang termasuk kedalam zona Bogor yang merupakan jalur perbukitan.

Terdiri dari 35 kecamatan, kabupaten Pandeglang dialiri 18 aliran sungai dengan panjang total 835 km. Sungai-sungai tersebut dikelompokan ke dalam 3 (tiga) Satuan Wilayah Sungai (SWS) yang mencakup seluruh wilayah kabupaten ini, yaitu Bagian utara berada di dalam SWS hulu Sungai Ciujung, CIbanten dan Cidana. Bagian tengah berada di dalam SWS Ciliman – Cibungur dan bagian selatan berada di dalam SWS Ciliman Cibungur. Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan dalam “ Pandeglang Dalam Angka tahun 2018 “di kabupaten yang merupakan tempat perlindungan hewan badak bercula satu ini pada 2017 terdapat 54.739 Ha lahan sawah terdiri dari 22,092 lahan sawah irigasi dan 32,272 non irigasi dengan rata – rata produksi per hektar mencapai 5,63 ton.ha.(RG/PPMKP)