You are currently viewing PPMKP Dorong Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Dengan Tanam Talas Beneng 

PPMKP Dorong Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Dengan Tanam Talas Beneng 

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Pencanangan Gerakan Diversifikasi Pangan,dengan mengangkat pangan lokal. Melalui diversifikasi pangan diharapkan pola pikir masyarakat berubah.

Menteri Pertanian menegaskan, diversifikasi pangan harus dimulai dengan membangun mindset bahwa kenyang tidak harus dengan beras, ada banyak komoditas pangan yang beragam dan bergizi.

Program diversifikasi pangan ini menetapkan enam komoditas sumber karbohidrat yakni, ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan talas sebagai komoditas diversifikasi pangan.

Setelah kampanye dengan memasang spanduk, untuk mendorong gerakan tersebut Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor melakukan kegiatan penanaman talas beneng di lahan Obor Pangan Lestari (OPAL) dikomplek Bina Karakter, Selasa (29/9).

“ Hari ini ada kegiatan penanaman talas beneng, untuk mendukung gerakan diversifikasi pangan dan memanfaatkan lahan pekarangan, “ ujar Yusral Tahir kepala PPMKP yang hadir membuka kegiatan.

Pemilihan komoditas talas beneng adalah karena talas ini memiliki banyak keunggulan dan potensial dikembangkan.

“ Talas beneng adalah komoditas potensial eksport dan multifungsi mulai umbi, daun hingga pelepahnya, “ ujar Yusral Tahir.

Yusral Tahir menambahkan umbi talas beneng yang diolah menjadi tepung bisa menghasilkan aneka makanan.

Di kabupaten Pandeglang yang merupakan wilayah binaan PPMKP talas beneng sangat diharapkan menjadi komoditas potensial utk meningkatkan income petani. Budi daya talas beneng tidak memerlukan perlakuan khusus sehingga bagi petani komiditi tersebut memberikan peluang yang sangat baik diluar budidaya padi, jagung atau kedele.

 

 

Penanaman talas dipandu Dudi “ Beneng” Supriyadi penggiat talas beneng Kabupaten Pandeglang. Dihadapan pegawai PPMKP Ia menjelaskan sambil menunggu umbi siap panen daun talas bisa di panen setiap bulannya. Daun talas ini sudah ditunggu sejumlah negara untuk dijadikan tembakau rokok herbal.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengajak untuk memaksimalkan pangan lokal dan harus dimulai dari diri sendiri sebagai insan pertanian.

Menurut Dedi, sekarang adalah saat yang tepat untuk masyarakat Indonesia kembali pada pangan lokal. Apalagi Indonesia memiliki banyak pangan lokal sebagai sumber karbohidrat selain beras. (Regi/PPMKP).