You are currently viewing Polisi Masih Dalami Kasus Pembunuhan Siswi SMK

Polisi Masih Dalami Kasus Pembunuhan Siswi SMK

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser saat memberikan keterangan kepada awak media, usai menghadiri Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Gedung Kemuning Gading, Kamis (10/01)

wartapakwan.co.id, BOGOR TENGAH – Polisi masih memburu pelaku kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), seorang siswi kelas XII SMK Baranangsiang, Kota Bogor, yang tewas dibunuh usai sekolah di dekat rumah kosannya di Jalan Riau, RT. 002/ 003, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor beberapa hari lalu.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polsek Bogor timur menyatakan bahwa pelaku telah ditangkap di Bandung, Jawa Barat.

“Pelaku masih di jalan menuju Bogor, sabar dulu saja,” singkatnya kepada wartapakwan.co.id saat dikonfirmasi via pesan singkat, Rabu (9/01) malam.

Namun berdasarkan keterangan dari Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser dirinya belum bisa memastikan terduga yang diamankan tersebut adalah pelakunya. Pasalnya dengan fisik yang tampak di CCTV ternyata berbeda dengan S yang sudah diamankan.

“S sudah diamankan di bandung, tapi itu bukan pelakunya. Sedang melakukan pendalaman, belum bisa saya katakan itu pelaku, kemungkinan bukan pelakunya, dari alibi giat yang dilakukan, kemudian saksi yang dia hadirkan sama dia, jadi kemungkinan besar dia bukan pelakunya,
dan S pernah menjadi teman dekat korban,” jelasnya saat ditemui usai Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Gedung Kemuning Gading, Kamis (10/01).

Ia pun menegaskan bahwa jajarannya masih melakukan perkembangan di lapangan “Sampai saat ini mohon bersabar, anggota kami masih di lapangan dan sampai saat ini belum bisa menangkap siapa pun pelakunya,” tegasnya.

Menurutnya tim dilapangan terkendala untuk mengumpulkan barang bukti. Pasalnya pihak korban dan saksi sangat minim sehingga untuk melakukan langkah lebih lanjut belum dapat memastikan pelakunya.

“Sementara kepada teman-temannya pun informasi terbatas dan bukti petunjuk yang ada di TKP tidak cukup membantu kita, karena wajah didalam CCTV belum jelas, karena mungkin posisi jauh, jadi kurang jelas juga, bagaimana kehidupan sehari-harinya dan orang tuanya pun tidak dapat memberikan jawaban yang banyak dikarenakan sudah lama terpisah,”paparnya.

Sementara bukti-bukti elektronik yang didapat dari hasil penyelidikan terhadap korban, belum ada yang mengarah ke peristiwa tersebut.

“Ada beberapa bukti-bukti elektronik
Handphone korban, kemudian media-media sosialnya, termasuk hal-hal yang lain berkaitan dengan kebiasaan korban sebelum meninggal, ini perlu diselidiki, saat ini sudah diperiksa ada delapan orang saksi, diantaranya pemilik kost, teman-teman korban, mantan pacar korban, termasuk yang kita amankan di bandung menjadi saksi,” tandasnya.

Reporter : Erik Sahuleka
Editor      : Bambang Supriyadi