You are currently viewing Plt Kadisdikbud Cianjur Kecewa, Bus Sekolah Senilai 600 Juta Mangkrak Selama Tiga Tahun
Inilah Bus Sekolah yang mangkrak selama tiga tahun.

Plt Kadisdikbud Cianjur Kecewa, Bus Sekolah Senilai 600 Juta Mangkrak Selama Tiga Tahun

Inilah bus sekolah yang mangkrak selama tiga tahun.

Wartapakwan.co.id.CIANJUR – Bus sekolah Keliling Senilai Rp 600 Juta di Cianjur, Jawa Barat, mangkrak hampir Tiga Tahun. Bus yang memiliki kursi dan papan bor, kini kondisi bodinya mulai berkarat dan tak terawat hanya dibiarkan terparkir dihalaman kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Cianjur.

“Saya sudah melihat bus mangkrak di parkir belakang, namun masalah bus mangkrak ini sebenarnya saya belum menelusuri secara detil,” ujar Oting, saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Cianjur, Senin (25/03/2019).

Oting yang baru menjabat sekitar tiga bulan mengaku geram dan kecewa atas fasilitas anak sekolah yang dibiarkan mangkrak. Pihaknya akan mulai menelusuri asal muasal bus dan kenapa sampai saat ini belum berfungsi sebagaimana yang direncanakan sebelumnya.

“Saat ini bus masih terparkir di halaman parkir belakang Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Bus bermesin Tata Motor ini bagian karoserinya sudah berubah total dengan nama Delima Jaya di bagian depan lalu kanan dan kiri bus,” kata oting

Bus yang memiliki enam roda ban ini sebagian bannya juga sudah pada kempis. Tulisan stiker hayu sakola terdapat di bagian belakang bus. Lalu di bagian samping bus tertulis wajib sekolah sembilan tahun dan tulisan bus sekolah keliling. Warna bus variasi antara oranye, abu, dan warna hitam.

Kendati belum menelusuri secara detil, namun Oting sempat mendengar dari beberapa pejabat Dinas Pendidikan, penyebab mangkraknya bus yakni belum keluarnya surat tanda nomor kendaraan dari pihak yang berwenang. Namun hal itupun Oting belum memiliki data yang benar benar valid.

Oting sempat menyampaikan kepada bidang pendidikan luar sekolah sebagai operator bus, bahwa ia ingin mengoperasikan bus tersebut. Namun pas dilihat, kata Oting, ternyata pelat mobilnya masih berwarna putih. “Katanya belum ada STNKnya padahal sudah 3 tahun dari 2016 berada di sini,” kata Oting.

Oting mengaku pihaknya akan segera menelusuri data dan surat surat bus tersebut. Ia mengatakan, sumber pembelian bus sekolah keliling dibeli dari anggaran belanja daerah. “Anggaran pembelian bus berasal dari APBD, saya pokoknya tak tahu kemarin mau pakai kenapa masih pelat putih, saya juga sedikit kaget,” kata Oting.

Oting mengatakan, bus sekolah keliling ini kalau berfungsi akan membantu sekali terutama di daerah yang jauh ke sekolah. Menurutnya, karena mobile bus ini menjadi multifungsi dan bisa berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

“Peruntukkannya memang untuk sekolah kelas jauh, bisa menuju titik kumpul baru kegiatan belajar mengajar,” katanya. Oting mengatakan, ihwal desain bus juga sangat futuristik karena ada kursi lengkap dengan papan bornya. “Bus ini bisa disebut bus pintar karena ada papan bor untuk belajar di dalam bus,” pungkas Oting. (Denni krisman)