PKN Ajang Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan

Publikasi

Bogor : Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dan diselenggarakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dinilai sangat terkait dan bisa menjadi ajang pembangunan kompetensi pemimpin.

Hal ini disampaikan Basseng Deputy Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia dalam pembukaan PKN Tingkat II Angkatan XVIII tahun 2021 secara virtual.

Ia melanjutkan kompetensi pemimpin mengelola dirinya sendiri, mengelola tugas, dan mengelola orang lain sangatlah dibutuhkan di Era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) seperti saat ini. Pada era ini menurutnya mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang cepat oleh karena itu Ia berharap dengan keterbatasan yang ada, kompetensi yang akan dibangun tetap dapat dicapai, menghasilkan alumni yang mumpuni untuk dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

“ Era VUCA adalah sebuah zaman yang penuh dengan ketidakpastian karena segala sesuatunya bergerak dengan cepat. Sebagai akibat dari hadirnya revolusi industri 4.0, ditandai dengan artificial intelligent, internet of things, dan teknik robot, “ ujarnya

Basseng menyampaikan era VUCA tersebut berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, dimana era pandemi Covid 19 yang telah terjadi diawal 2020 hingga saat ini menghantam segala sektor membuat penyelenggaraan pemerintahan menjadi lambat.

“ Paradoks, era VUCA menginginkan percepatan perubahan, sedangkan era pandemi menghadirkan pembatasan. Keadaan ini menuntut pemimpin birokrasi khususnya pemimpin JPT yang dapat memimpin unit pelaksanaan untuk bergerak cepat memenuhi VUCA namun juga memperhatikan kesehatan pegawainya dan kesehatan masyarakatnya”, tegas Basseng.

PKN Tingkat II yang digelar pada masa ini dinilai Basseng istimewa karena diikuti dari berbagai lokasi berbeda, di waktu yang sama. Hal ini merupakan bukti betapa pandemi benar – benar membentuk kebiasaan baru di seluruh sektor dan lapisan masyarakat, termasuk dalam mencetak karakter pemimpin nasional yang adaptif untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Sebagai informasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 diikuti 60 peserta. Mereka adalah Pimpinan Tinggi Pratama dari Kementerian Pertanian RI, Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Perindustrian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara RI.

Membuka pelatihan secara virtual Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menekankan agar para pemimpin harus mau berubah untuk mencapai kesejahteraan melalui praktik good governance.

“ Pemimpin harus bergerak mengikuti zaman dengan kapabilitas yang semakin meningkat, serta akuntabel. Di tengah pandemi, pemimpin harus Cepat, Cermat, dan Akurat. Hal inilah yang mempertahankan sector pertanian tetap bertahan di era pandemi..” ucapnya langsung dari Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Sementara, Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nuryamsi dalam laporannya menuturkan PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 secara keseluruhan pelatihan akan dilakukan secara blended learning.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan yang akan berperan strategis dalam melaksanakan tugas di instansinya masing – masing.” (Osi WR/ Regi – PPMKP)