You are currently viewing Petani Milenial, Simak Catatan Penting Untuk Wujudkan Ekspor Ke AS

Petani Milenial, Simak Catatan Penting Untuk Wujudkan Ekspor Ke AS

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Pada dasarnya hasil pertanian beserta produk – produk turunannya memiliki potensi pasar dan peluang ekspor ke berbagai negara yang sangat terbuka lebar, namun beberapa catatan penting harus dipegang oleh petani milenial agar bisa mewujudkan ekspor tersebut.

Apa sajakah catatan penting tersebut? Dalam webinar Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online) yang digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor belum lama ini, Hari Edi Soekirno, Atase Pertanian KBRI di Wahington DC membagikannya untuk petani milenial.

Catatan penting pertama yakni petani milenial harus mampu menarasikan nilai tambah dari produk pertanian yang akan diekspor ke Amerika.

Kata Hari narasi menjadi penting karena orang Amerika sangat menyukai sejarah dan mudah tersentuh. Mereka akan membeli produk bukan karena menyukai rasa dari produk tersebut tetapi lebih karena amal dan keinginan mensupport dana.

“ Tulis sejarah produk bahwa produk ini diproduksi oleh narapidana, disabilitas, orang terpencil atau oleh para manula disebuah desa. Begitu teman – teman petani milenial bisa menarasikan, ini luar biasa. Orang Amerika gampang sekali tersentuh, “ ujarnya.

Selanjutnya petani harus memiliki badan usaha. Karena para importir Amerika tidak mau berhubungan dengan individual, mereka inginnya berhubungan dengan unit usaha karena akan mudah tanggungjawabnya.

“ Kelompok tani itu sudah merupakan badan usaha, silakan dilegalkan, dibuat badan hukumnya. Karena menurut mereka berhubungan dengan unit usaha ada tanggungjawabnya, “ terangnya.

Memiliki website dan email resmi yang mudah dihubungi 24 jam juga menjadi syarat, Mengapa? Perbedaan waktu antara Amerika dan Indonesia inilah hal yang harus dicermati petani milenial.

Kemudian kemampuan berbahasa inggris menjadi hal penting yang juga harus dimiliki petani milenial. Ia menekankan agar kemampuan ini terus ditingkatkan untuk mempermudah komunikasi.

Selain memproduksi secara kontinu Hari menambahkan petani juga dituntut untuk menghasilkan produksi yang memiliki standar mutu minimal sesuai SNI, BPOM sebagai tiket untuk dapat memperoleh sertifikasi kesehatan pangan dari negara setempat. Untuk Amerika ada FDA, USDA. Ekspor dengan adanya logo FDA dan USDA adalah untuk meyakinkan dan menjadi jaminan bagi konsumen di Amerika bahwa yang dikonsumsi aman.

Hal lainnya mulailah menggunakan traceability system. Selama tiga tahun ini dikatakan Hari tuntutan traceability ini luar biasa. Banyak importir di Amerika tidak mau impor untuk produk yang tidak bisa dilacak baik asal usulnya. Traceability system memuat informasi mengenai waktu dan lokasi panen, waktu packaging dan pengiriman.

“ Traceability penting, karena begitu ada accident misalkan orang meninggal karena mengkonsumsi sesuatu, USDA akan mentrace barcode traceability system, “ urainya.

Ia mengharapkan petani milenial juga mengirimkan contoh produk yang cukup memadai untuk dipromosikan di Amerika. Jika tidak ada bukti fiisik berat untuk dipromosikan, karena jika hanya bermodalkan cerita importir tak akan percaya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo , mengklaim Indonesia sebagai negara tropis memiliki potebsi pertanian yang sangat besar untuk dapat memenangkan pasar dunia. SYL mengatakan sudah banyak bukti bahwa ekspor pertanian adalah sesuatu yang menjanjikan. Dalam situasi apapun kebutuhan dunia terhadap pertanian kita tetap terbuka.

Berbicara ekspor Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan peningkatan daya saing produk pertanian menjadi salah satu variabel keberhasilannya disamping kontinuitas, produksi dan produktivitas. (Regi/PPMKP)