Petani Milenial Didorong Manfaatkan Peluang Pasar Digital

Publikasi

Bogor : Petani milenial didorong untuk memanfaatkan peluang pasar digital yang berkembang pesat di Indonesia dan dunia sejak masa pandemi Covid 19. Pasar digital Indonesia ini menjadi tertinggi di ASEAN dengan menyumbang angka 42 persen.

“ Pandemi Corona (Covid-19) telah meningkatkan penggunaan teknologi digital untuk berbagai aktivitas masyarakat Indonesia, “ ujar Budhy Setiawan Anggota Komisi IV DPR RI, Minggu (24/10/2021) di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.

Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani di Kota Bogor bertema Digitalisasi Promosi Hasil Pertanian Budhy mengungkapkan Pasar ekonomi digital di Indonesia pada masa Covid 19 menciptakan ekonomi menembus angka hampir 600 Trilyun. Diproyeksi sampai dengan 2025 akan terus berkembang hingga menembus angka 1800 Trilyun. Hal ini hendaknya dimanfaatkan oleh para petani milenial untuk mulai bergerak di pasar digital dalam memasarkan produknya.

“ Silakan manfaatkan. Karena dunia digital adalah dunia para milenial, usia yang paling dominan. Usia sampai dengan 39 tahun akan menjadi usia paling banyak dipenduduk kita, bayangin pasarnya tambah lagi. Usia temen – temen ini kan pasar semua ini,“ ucapnya.

Tantangan Indonesia dalam menciptakan ekonomi digital ini adalah harus memiliki daya inovasi dan daya literasi. Tingkat literasi Indonesia ada pada tingkat sedang bawah. Sementara tingkat inovasinya ada di posisi ke 85 dari 133 negara. Didukung kemampuan teknologi hal tersebut bisa didongkrak dengan meningkatkan minat membaca, karena tak mungkin ada inovasi jika tidak rajin membaca.

“ Mustahil ada inovasi jika tidak memiliki literasi. Untuk meningkatkan inovasi ini mulailah membiasakan membaca dimulai dari yang ringan. Dengan yang ringan inilah kemampuan teman – teman menciptakan inovasi itu sangat mungkin, karena kemampuan anda sudah didukung teknologi, sudah peka terhadap perkembangan teknologi tinggal disentuh dengan kebiasaan membaca, “ tuturnya.

Itulah sebabnya kata Budhy dalam bimtek ini peserta dibekali dengan materi yang akan membuka wawasan terkait dunia ekonomi digital.

Dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia.

“ Kita berada pada adanya perubahan era. Di era ini, pertanian kita bisa lebih baik dibandingkan era-era sebelumnya karena semua sudah terfasilitasi secara digital,” tuturnya.

Kata Syahrul teknologi digital memberikan banyak informasi. Dengan pemanfaatan teknologi digital, bertani menjadi lebih mudah dan efisien. Untuk itu, Syahrul meminta generasi milenial untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian..

“Bertani sekarang bisa dengan gadget, robot construction, dan artificial intelligence. Dengan peralatan modern, bertani bisa dilakukan secara otomatis,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menyampaikan, masa depan sektor pertanian nasional tergantung kepada para petani milenial saat ini. Sebab, mereka memiliki kemampuan yang jauh lebih baik, melek teknologi, dan sangat adaptif terhadap perubahan.

Indonesia saat ini membutuhkan petani milenial yang memang memiliki jiwa wirausaha tinggi untuk mendorong peningkatan produksi pangan nasional ke depan. “Petani yang seperti itu yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” kata Dedi.(Regi/PPMKP)