You are currently viewing Petani, Inilah Clue Agar Bisa Ekspor Produk Ke AS

Petani, Inilah Clue Agar Bisa Ekspor Produk Ke AS

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Atase Pertanian KBRI di Wahington DC Hari Edi Soekirno menyarankan petani milenial dan pelaku usaha agrisbisnis untuk membuat produk yang bisa dijual secara retail online.

 

“ Ini adalah clue atau petunjuk agar kita bisa melakukan ekspor yang jelas – jelas pembelinya sudah menanti di luar negeri khususnya Amerika Serikat, “ ujarnya saat berbicara diacara Brokoli (Ngobrol Asyik via Online) program sharing knowledge, inovasi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor belum lama ini.

Ia melanjutkan, semua produk pertanian sudah dalam bentuk olahan dalam berbagai bentuk baik minuman, bubuk/powder, coklat, selai dan saos. Semuanya laku dipasaran.

 

“ Mereka tidak lagi membuat salad yang dicampur – campur, harus mencuci piring. Breakfast mereka hanya wafer – wafer, bekal anak – anak juga cukup wafer, “ tuturnya.

 

Selain itu saat ini trend statistik belanja online pembeli di AS menurut US Online Grocery Shopping adalah 48 persen dan 59 persen sisanya akan segera mengikuti. Diperkirakan pada tahun 2022 pembeli online di AS adalah 70 persen. Belanja online dinilai lebih cepat, murah dan kualitasnya terjamin.

 

Trend lainnta yakni makan cepat. Ini sudah berlaku di AS. Kata Hari masyarakat AS menganut trend “time is money”. Segala sesuatu harus cepat, sarapan cepat, makan cepat, berangkat ke kantor cepat, sehingga ekspor produk olahan siap saji sangat dianjurkan.

 

Kata Hari Jarak yang jauh sangat beresiko bagi Indonesia untuk mengirimkan produk – produk segar ke negeri Paman Sam tersebut.

 

“ Indonesia jauh sekali dari Amerika Serikat. Memerlukan 45 hari shipping, container baru tiba di AS, sehingga jika yang dikirim adalah buah segar sudah pasti matang dijalan dan kemungkinan ketika sampai dilokasi sudah over matang menjurus ke busuk, “ jelasnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian adalah kekuatan yang luar biasa di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan ekspor yang dilakukan dari berbagai wilayah Indonesia setiap harinya.

Mengenai ekspor produk olahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menekankan agar petani milenial tak hanya bermain di on farm, tetapi juga terjun dan menguasai sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Bahkan mulai terjun menguasai industri olahan.

Kata Dedi petani milenial harus memiliki jiwa entrepreneurship yang tinggi artinya jiwa wirausaha yang tinggi dan mempunyai kepekaan terhadap peluang-peluang keuntungan. Jika industri olahan berhasil dikuasai dengan baik, maka akan memberikan nilai tambah yang cukup besar atas produk yang dihasilkannya. (Regi/PPMKP)