You are currently viewing Pesta Rakyat Cap Go Meh Street Festival (CGM) 2019, Bakal Dihiasi Ribuan Lampion

Pesta Rakyat Cap Go Meh Street Festival (CGM) 2019, Bakal Dihiasi Ribuan Lampion

  • Post author:
  • Post category:Featured

Walikota Bogor Bima Arya saat memimpin rapat persiapan Cap Go Meh Bogor 2019, di Vihara Dhanagun, Senin (7/01).

wartapakwan.co.id, BOGOR TENGAH – Sebanyak 1000 lampion bakal menghiasai sepanjang lintasan pawai kesenian dan kebudayaan di Jalan Suryakancana, Bogor Tengah, Kota Bogor dalam perayaaan Pesta Rakyat Cap Go Meh Street Festival (CGM) yang akan digelar pada (19/01) mendatang.

Helatan rutin tahunan ini akan dimeriahkan oleh sedikitnya 15 sanggar seni dan 25 tim liong dan barongsai dari berbagai daerah.

Ketua Panitia CGM Street Fest 2019 Arifin Himawan menjelaskan, pesta rakyat pada 19 Februari mendatang mengusung tema Katumbiri Street Light Festival.

“Hampir sama dari tahun sebelumnya, yakni kebersamaan di tengah keberagaman. Katumbiri sendiri merupakan bahasa Sunda yang artinya pelangi. Di mana, warna pelangi yang berbeda-beda tapi tetap indah di langit yang sama. Untuk Light Festival kami akan menambah ornamen 1.000 lampion,” ungkap Arifin Himawan di sela rapat persiapan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya di Vihara Dhanagun, Senin (7/01).

Suguhan lampu nantinya akan menjadi pembeda sekaligus daya tarik bagi para wisatawan sehingga sampai malam pun acaranya akan tetap semarak.

“Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan, bahkan perputaran ekonomi warga saat acara berlangsung cukup baik dari tahun ke tahun sehingga berpotensi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, kegiatan ini juga merupakan ajang pelestarian seni dan budaya dan hiburan kepada masyarakat luas,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan jika pihaknya akan mendukung penuh kegiatan positif tersebut, mulai dari aspek personel hingga publikasi.

“Kita akan backup total tahun ini, terutama dari sisi publikasi. Kami juga akan bantu untuk mengkomunikasikan dengan pemerintah pusat agar kegiatan ini terpublikasi menyeluruh khususnya di Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Selain itu, Bima Arya juga berpesan agar pesta rakyat tersebut harus bersih dari unsur politik mengingat dalam waktu dekat, masyarakat akan menghadapi Pilpres dan Pileg.

“Mungkin bisa disesuaikan untuk menekan tensi politik. Dinas-dinas juga harus sering berkomunikasi dengan penyelenggara agar semuanya berjalan lancar, terlebih Dinas PUPR yang kebetulan sedang melakukan revitalisasi kawasan Suryakencana,” jelasnya.

Tak hanya beberapa ornamen yang menjadi pembeda, jam dimulainya dari perayaan pesta rakyat 2019 pun akan diubah. Jika tahun sebelumnya dimulai sejak sore, kali ini arak-arakan akan dimulai setelah ibadah sholat magrib atau sekitar jam 18.30 WIB.

Reporter : Bambang Supriyadi
Editor      : Bambang Supriyadi