You are currently viewing Peringati Hari Kesadaran Nasional Upaya PPMKP Pelihara dan Jaga Semangat Kebangsaan dan Pengabdian ASN

Peringati Hari Kesadaran Nasional Upaya PPMKP Pelihara dan Jaga Semangat Kebangsaan dan Pengabdian ASN

Upacara HKN di lingkungan PPMKP, Ciawi.

Ciawi Bogor – PPMKP : Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang rutin diperingati setiap tanggal 17 setiap bulan, harus dimaknai sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Upacara ini juga menjadi pembuktian disiplin dan ketaatan terhadap peraturan. Hal ini menjadi modal dasar dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat yang sangat membutuhkan semangat kebangsaan dan jiwa pengabdian. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Heri Suliyanto dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabid. Penyelenggaraan Pelatihan, Lebu, di Lapangan Upacara Komplek Surya PPMKP, .Kamis (17/1).
Heri menyampaikan upacara Hari Kesadaran Nasional adalah merupakan upaya untuk memelihara dan menjaga semangat kebangsaan dan pengabdian. Heri menuturkan ditahun 2018 sektor pertanian secara nasional menorehkan prestasi yang cukup membanggakan sektor pertanian berhasil meningkatkan produksi beras hingga mencapai surplus sebesar 2,8 juta ton menurut data BPS. Capaian ini patut diapresiasi karena mampu menciptakan surplus ditengah situasi yang tidak mendukung. Surplus diraih di tengah bertambahnya jumlah penduduk 2014-2018 sebesar 12,85 juta jiwa yang membutuhkan tambahan konsumsi beras 1,7 juta ton. Capaian surplus ini berkat program upaya khusus, salah satunya melalui pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) yang mana PPMKP mendapat kepercayaan untuk mendampingi dua wilayah kabupaten di provinsi sumatera selatan yakni kabupaten Musi Rawas Utara dan kabupaten Musi Banyuasin. Selain meningkatkan produksi pangan, keberhasilan pembangunan pertanian tercermin dari berbagai data makro pertanian, seperti besarnya PDB pertanian, penurunan kemiskinan di desa, pengendalian inflasi, ekspor maupun investasi Tidak hanya itu berdasarkan Global Food Security Index (GFSI) 2018, peringkat ketahanan pangan Indonesia membaik yakni dari 72 di tahun 2014 menjadi 65 di tahun 2018 dari 113 negara. Indeks ketahanan pangan ini meliputi keterjangkauan, ketersediaan, kualitas dan keamaan serta ketahanan dan sumber daya alam.
Diungkapkan pula dibalik keberhasilan – keberhasilan tersebut , sektor pertanian masih harus menghadapi berbagai tantangan Sebelumnya berbagai permasalahan erat kaitannya dengan petani Indonesia. Persoalan itu mulai dari skala usaha petani yang kecil, posisi tawar lemah, berkutat hanya di on farm, Namun perlahan tapi pasti, benang kusut permasalahan yang melekat pada petani mulai terurai. Caranya ialah dengan fokus pada tujuan peningkatan kesejahteraan petani.
Sementara itu Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tengah berupaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas sumber daya manusia pertanian. BPPSDMP memiliki peran yang sangat penting khususnya pada penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Dengan program dan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan, untuk membentuk sumber daya manusia pertanian yang professional mandiri dan berdaya saing. Semua pencapaian ini harus dikawal oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, cakap dan berintegritas sebagai satu cita-cita besar Kementan.
PPMKP sebagai UPT BPPSDMP yang memiliki tupoksi menyelenggarakan diklat terkait manajemen dan kepemimpinan, harus berupaya untuk melahirkan alumni yang memiliki kompetensi manajerial dan kepemimpinan yang membawa sektor pertanian yang mandiri dan mensejahterakan.
Dalam sambutan tersebut disinggung pula berbagai torehan prestasi PPMKP yang telah berhasil melaksanakan diklat bagi 1.411 Aparatur dan non Aparatur. Jika dilihat dari persentasenya, capaian kinerja PPMKP berada diangka 100% atau termasuk dalam kategori berhasil. Prestasi lain yang dicatatkan PPMKP di tahun 2018 adalah mendapat penghargaan dengan kategori Terdefinisi dalam Sistem Pengendalian Internal (SPI) dari Inspektorat Jenderal dan peringkat ke-2 dari 120 eselon II Tingkat Kementerian Pertanian untuk Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik dan Penghargaan lingkup BPPSDMP untuk web PPID dengan kategori Informatif. Heri berpesan Prestasi yang dicatatkan di tahun 2018 tersebut, sejatinya menuntut PPMKP bekerja lebih keras untuk membuktikan bahwa PPMKP memang layak berprestasi seperti itu, di samping, tentu saja, berupaya untuk menjadi lebih baik lagi.
Tahun 2019, PPMKP ditargetkan untuk bisa melaksanakan Diklat untuk 1.580 orang yang terbagi dalam 15 jenis Diklat, Heri menegaskan untuk memenuhi target tersebut, perlu ada upaya yang lebih keras dibarengi dengan kerja yang cerdas yang ditandai dengan adanya kerja sama dan koordinasi yang terjalin rapi sebagai sebuah kesatuan, yaitu PPMKP. Mengakhiri sambutan tertulisnya Heri menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai PPMKP, atas kerja sama yang sangat baik dalam mendukung visi Kementerian Pertanian yaitu “Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”. (PPMKP)