You are currently viewing Peran Strategis Penyuluh Sebagai Edukator dan Fasilitatot Bagi Petani

Peran Strategis Penyuluh Sebagai Edukator dan Fasilitatot Bagi Petani

Ciawi Bogor – PPMKP :   Peran penyuluhan dalam memberikan pengetahuan kepada petani dapat berfungsi sebagai proses penyebarluasan informasi, fungsi penerangan atau memberikan penjelasan, fungsi perubahan perilaku petani dan fungsi pendidikan. Demikian       dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)  Momon Rusmono dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Sabtu (16/3).

Dalam kegiatan yang dihadiri 269 penyuluh dari 34 provinsi  ini  Momon mengingatkan peran vital penyuluh pertanian mendukung program sejuta petani milenial. Penyuluh wajib mengembangkan kemampuan petani secara bertahap agar pengetahuannya meningkat, mengakses informasi, dan mengaplikasikan teknologi yang dibutuhkan sehingga petani dapat memecahkan masalah serta mengambil keputusan terbaik untuk usaha taninya.

“ Tapi sebelum terjun ke lapangan, penyuluh harus meningkatkan kemampuan dan skill terkait penguasaan teknologi pertanian dan teknologi informasi antara lain melaui Bimtek seperti yang digelar di PPMKP ini, ” ujar Kepala Badan Penyuluh pertanian.

Dikatakan Momon memiliki peran  strategis sebagai edukator  dan sebagai fasilitator. Peran sebagai edukator dari sebelum petani menanam hingga pasca panen. Mulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, panen hingga pasca panen.

“ Sebagai fasilitator tugas penyuluh  mendukung pembuatan RDKK pupuk bersubsidi, pembuatan demplot, proposal, kios Saprodi, rencana usaha tani, penumbuhan kelompok tani, dan alternatif solusi tiap masalah yang dihadapi petani,” ujarnya. Bimtek digelar PPMKP selama 3 (tiga) hari dari tanggal  16 – 18 Maret. Diakhir kegiatan peserta mendapat pengayaan di PT. swan saung Hijau Pagelaran Ciomas Bogor. (PPMKP)