Penyuluh Lamtim dan Tubaba Semangat Laporkan Data

Publikasi

 

Lampung : Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) seKabupaten Lampung Timur dan Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung bersemangat mengumpulkan dan menginput data pada aplikasi, setelah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Aplikasi Laporan Program Utama Kementerian Pertanian (Kementan).

Kegiatan yang digelar belum lama ini di dua lokasi terpisah begitu ditunggu penyuluh untuk dapat secara optimal menginput data pada aplikasi. Hal itu salah satunya diungkapkan Adin Salamah Koordinator penyuluh BPP Jabung Lamtim.

“ Setelah bimtek, belajar langsung kami bersemangat untuk melaporkan data dan informasi mengenai kegiatan program utama Kementan, sesuai waktu yang ditentukan setiap minggunya, “ ujar Adin Salamah, Senin (21/9).

Terkait pengumpulan data, Ia mengaku melibatkan petani di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan penyuluh swadaya.

Hal serupa dilakukan BPP Kostratani Purbolinggo Lamtim. Sri Sutari Koordinator penyuluh menuturkan agar optimal menyampaikan data pihaknya terus berkoordinasi dengan para petani dan gapoktan, berkolaborasi juga dengan pamong desa (RT/RW).

Dalam hal menginput data disampaikan Sri sampai saat ini tak menghadapi kendala berarti selain gangguan jaringan yang terkadang muncul.

Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Yusral tahir menjelaskan selain mengenalkan aplikasi yang digunakan sebagai sarana pelaporan dari Kostratani Ke Agriculture War Room (AWR), pada bimtek ini koordinator penyuluh dan admin dilatih menginput data.

“ Data yang harus dilaporkan penyuluh setiap minggu adalah komoditas utama, data luas tanam dan panen, juga produktivitas, dan lainnya. Data tersebut akan dimonitor langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo setiap Jum’at, “ ujar Yusral.

Untuk itu kata Yusral Tahir penyuluh di Lamtim dan Tubaba diminta aktif memaksimalkan peran BPP. Terutama peran untuk memperkuat pelaporan data dan informasi dengan pengiriman melalui aplikasi pelaporan program utama Kementan yang harus dilaporkan setiap minggu. Data tersebut bisa di-entry melalui komputer maupun HP.

“ PPMKP terus melakukan pengawalan pelaporan itu dengan cara memonitor data tersebut dari AOR dan akan terdeteksi dari BPP mana saja data dikirim, “ Kata Yusral tahir.

Bimbingan teknis dilakukan PPMKP berkolaborasi dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan ) Lampung.

Seperti diketahui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menuturkan ada sekitar 6000 BPP yang akan ditransformasikan menjadi Kostratani. Transformasi dilakukan secara bertahap hingga tahun 2021.

Peningkatan status BPP menjadi kostratani sangat didukung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Perhatian penuh Mentan kepada penyuluh dalam program Kostratani adalah untuk memberdayakan dan mengoptimalkan peran penyuluh dalam pencapaian target swasembada pangan.(Regi/PPMKP)