You are currently viewing Pendidikan Kebencanaan Anak Usia Dini diluncurkan, Kepala KB/TK Komimo Apresiasi Langkah Kemendikbud

Pendidikan Kebencanaan Anak Usia Dini diluncurkan, Kepala KB/TK Komimo Apresiasi Langkah Kemendikbud

Kepala Sekolah KB/TK Komimo, Heryanto S.Pd., M.Si

wartapakwan.co.id, TANAH SAREAL – Kepala Sekolah KB/TK Komimo, Heryanto S.Pd., M.Si apresiasi langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perihal kebencanaan untuk peserta didik tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Ya bagus, itu kan hal yang positif kalau sejak dini diberikan pemahaman tentang konsep tanggap bencana, itu berkaitan dengan reaksi spontan jika suatu saat terjadi hal-hal yang berkaitan dengan bencan alam. Mungkin yang pertama lebih pada tindakan preventif penyelamatan diri,” ungkapnya pada wartapakwan.co.id, Sabtu (5/4/2019) lalu.

Selain tanggap terhadap situasi darurat, seyogianya juga menyiapkan mental dan psikologi anak saat terjadi bencana.

Selain itu bagi peserta didik yang tidak terkena dampak bencana alam dapat menumbuhkan rasa empati terhadap korban terdampak. Menurutnya ini juga merupakan bagian kesigapan tanggap hal itu dan telah lama ia terapkan terhadap peserta didiknya.

“Dalam konteks tanggap bencana yang berhubungan dengan rasa empati mereka juga sudah mulai diajak, misalnya membantu mengumpulkan sumbangan dan itu merupakan bagian tanggap bencana juga.

Namun kalau untuk kegiatan tanggap bencana kebakaran, sementara ini kita bekerjasama dengan pihak pemadam kebakaran secara langsung karena di sekolah memang situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan dilaksanakan,” tuturnya.

Konsep tanggap bencana, lanjut Kak Hery sapaan akrabnya, menurutnya terbagi menjadi dua bagian yakni penyelamatan diri terhadap situasi bencana dan yang kedua bagaimana mereka merespon bencana yang terjadi disekitar mereka.

Kini dirinya mengakui tengah mempersiapkan dengan pihak terkait untuk membuat pelatihan sederhana bagaimana anak-anak mengantisipasi jika terjadi gempa sehingga tidak terkena reruntuhan.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya juga perlu diberikan pemahaman pada peserta bagimana menjaga lingkungan agar tidak terjadi bencana, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam dan merawat pohon, tidak bermain api sembarangan dan lain sebagainya, dan semua itu menurutnya dilakukan dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, misalnya melalui cerita, bermain peran, lagu2 dan lainnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan pendidikan kebencanaan untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta, Selasa (2/4/2019) lalu.

“Pendidikan kebencanaan dimasukkan ke dalam pelajaran untuk tingkat PAUD, hal ini dikarenakan Indonesia terletak di kawasan cincin api, yang memang harus menjadikan bencana sebagai bagian dari hidup kita,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy usai pembukaan harmonisasi Bunda PAUD.

Dengan pendidikan kebencanaan itu, Muhadjir berharap anak usia dini harus siap siaga dan menyiapkan fisik, mental dan psikologi. Oleh karena itu, Kemendikbud akan mencoba advokasi dan eksekusi pelaksanaan pendidikan kebencanaan.

Sejak dini, anak-anak mulai dikenalkan berbagai macam permainan yang menggembirakan, tetapi memiliki pesan tentang kesiapan mereka menghadapi bencana. Kemendikbud akan merancang permainan yang menanamkan kesadaran pada anak sejak dini.

Aktivitas tersebut merupakan tanggung jawab sekolah atau unit layanan anak usia dini dan menjadi bagian dari kurikulum.

“Kurikulum tidak hanya terbatas dalam bentuk mata pelajaran atau tema tertentu saja. Bahkan perilaku anak didik yang mana anak bisa berkaca, niru, imitasi atau juga melakukan apa yang itu dibolehkan oleh para guru dan tenaga kependidikan itu semua bagian kurikulum,”jelas dia.

Reporter : Bambang Supriyadi