You are currently viewing Pelatihan TIK PPMKP Dirasakan Manfaatnya Oleh Penyuluh 

Pelatihan TIK PPMKP Dirasakan Manfaatnya Oleh Penyuluh 

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bagi Penyuluh Mendukung Kostratani sukses diselenggarakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) pada 20 – 24 Juli 2020 dengan peserta penyuluh se Provinsi Banten.

Pelatihan yang digelar secara daring ini dirasakan manfaatnya oleh penyuluh. Seperti diungkapkan Ajeng Maharani Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7).

“ Dengan pelatihan TIK ini menambah keterampilan saya untuk pembuatan naskah dan video yang sebelumnya belum saya kuasai, “ ujar Ajeng Maharani.

Seusai mengikuti peltihan Ia akan mengaplikasikan materi – materi yang diperoleh dipelatihan dalam tugas sehari – hari sebagai penyuluh.

Hal senada diungkapkan Yoyoh Rachmatunissa Koordinator BPP Cipeucang. Ia menuturkan materi paling menarik dan bermanfaat adalah tentang pembuatan video.

“ Manfaat nya dapat ilmu baru mengenai pembuatan video untuk diaplikasikan pada kegiatan -kegiatan penyuluhan khususnya pembuatan video media visual tentang penyuluhan pertanian, “ tuturnya.

Yoyoh mengaku sebelum mengikuti pelatihan belum terlalu mendalami bagaimana cara membuat video penyuluhan yang baik, sekarang sudah tahu bahkan bisa membuat video sendiri.

Pelatihan TIK ini merupakan wujud pendampingan program Kementerian Pertanian di provinsi Banten khususnya Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon yang menjadi tanggungjawab PPMKP.

Hasil karya penyuluh pertanian alumni peserta pelatihan TIK dalam mendukung Kostratani tahun 2020 PPMKP dalam membuat media penyuluhan berupa video penyuluhan bisa disaksikan melalui link http://labpenyuluh.ppmkp.id/.

Upaya PPMKP melatih penyuluh TIK sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

“ Upaya PPMKP melatih penyuluh dalam hal memanfaatkan IT sungguh upaya yang luar biasa. Untuk itu penyuluh diharapkan tetap fokus walau untuk sementara dilakukan secara virtual, “ ujar Kepala Badan saat membuka pelatihan secara daring.

Dedi melanjutkan setelah wabah berakhir bisa dilakukan secara klasikal agar lebih optimal. Ia menegaskan keberhasilan pertanian masa depan ditentukan oleh penyuluh pertanian, karena peranannya bagaikan prajurit Kopassus yang berada di garis depan pemenuhan kebutuhan pangan. Ke depan, kita dituntut menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Tidak bisa lagi menggunakan cara dan metode usang melakukan kegiatan pendampingan dan penyuluhan.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan modernisasi BPP menjadi KostraTani, sebagai locust pembangunan pertanian di kecamatan menuntut penyuluh pertanian terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya dibidang TI. Mentan menekankan pentingnya penyuluh dipersenjatai dengan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet of things dan kecerdasan buatan. Sehingga tidak ada lagi alasan bahwa penyuluh tidak bisa berkembang.(Regi/PPMKP)