You are currently viewing Pelaku Agribisnis Tak Bisa Hindari Hutang Piutang, Ini Trick Cerdas Mengelolanya

Pelaku Agribisnis Tak Bisa Hindari Hutang Piutang, Ini Trick Cerdas Mengelolanya

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Hutang piutang tak bisa dihindari bahkan oleh pelaku usaha agribisnis. Kebutuhan dan kekuatan finansial yang berbeda memaksa kita untuk saling membutuhkan satu dengan yang lain.

 

“ Agar hutang memberikan manfaat, bagi pelaku agribisnis hutang sebaiknya dilaksanakan apabila memang sudah terdesak untuk melakukan pinjaman sebagai suntikan modal, “ papar Binda Kharismarina Widowati Widyaiswara Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.mengawali bahasan.Tips dan trick dalam masalah pengelolaan hutang piutang khususnya bagi pengusaha agribisnis.

 

Topik ini menjadi bahasan dalam program Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online) volume IV, Rabu (21/10).

156 participants terdiri dari pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) dan kelompok tani, penyuluh dan petugas pada dinas dari berbagai wilayah di Indonesia bergabung dalam kegiatan ini.

Selain Binda pada edisi tersebut Brokoli menghadirkan juga Fadia Hanum sebagai pembicara.

Materi ini merupakan rangkaian dalam rangka penguatan manajemen keuangan agribisnis mendukung Konstratani yang nantinya akan bermuara pada proses pengajuan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

 

Fadia Hanum menambahkan seorang pelaku usaha khususnya pengusaha agribisnis diperbolehkan untuk hutang sepanjang hutang tersebut digunakan untuk usaha, antara lain untuk ekspansi usaha, inventaris, menjaga arus kas, serta sebagai persiapan/ dana darurat dikala usaha utama sedang turun.

 

Fadia mengajak pengusaha agribisnis untuk menerapkan mind set bahwa hutang merupakan investasi usaha sehingga dapat menghasilkan laba bagi pengusaha. Dengan demikian pengusaha dituntut memiliki strategi-strategi untuk mengahadapi hutang piutang,

Terkait hutang piutang ini Iapun menekankan pengusaha harus melakukan pencatatan yang teliti agar lancar administrasi, terutama soal piutang yang disebutnya sebagai harta karun.

 

“ setiap hutang maupun piutang harus dilakukan pencatatan yang teliti. Ini penting demi kelancaran administrasi serta bisa dikatakan terutama untuk piutang sebetulnya merupakan modal atau harta karun yang posisinya masih dipinjam oleh orang lain, “ ujarnya.

 

Pesertapun diajak untuk berhitung mengenai kesehatan keuangan masing-masing usaha peserta. Antara lain peserta diajak menghitung kemampuan bayar, kesanggupan berapa kali membayar seorang pengusaha apabila meminjam serta menghitung lamanya memberikan pinjaman/piutang. Selain itu mereka dibekali wawasan untuk dapat menganalisis kesehatan keuangan usaha masing-masing

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para petani dan pimpinan daerah untuk memanfaatkan layanan KUR demi meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Menurut Mentan jika KUR termanfaatkan dengan baik, maka tidak perlu lagi petani ngambil pinjaman dari mana-mana dengan bunga tinggi. Sedangkan KUR hanya 6 persen,

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Petanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), merupakan satu dari 10 program utama Kementan mendukung petani. Petani diajak untuk mengakses KUR agar bisa mengembangkan usaha tani yang mengarah ke 4.0 dan bankable. (Fadia/Regi/PPMKP).