Paparkan Hasil Kinerja, BPP Mandalawangi Buktikan Kesiapannya Jadi Kostratani

Publikasi

 

Pandeglang : Program Kementerian Pertanian (Kementan) dibawah pimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo, yakni Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani) menitikberatkan pada kerja-kerja penyuluh pertanian dengan orientasi peningkatan produktivitas petani domestik.

Kostra Tani bakal berdampak terhadap peningkatan kinerja Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di kecamatan untuk kemandirian pangan.

Sebagai Kostratani BPP dituntut untuk terus bekerja keras menumbuhkan semangat petani untuk menanam dan membuka jejaring pemasaran produk pertanian yang dihasilkan petani.

Kementan melalui Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memberi peluang bagi BPP untuk menjadi Kostratani.

Syarat utamanya yakni , lokasi dekat kantor UPT Kementan, karena wajib intensif komunikasi dan intensif pelatihan. Harus ada listrik, jaringan internet dan computer. Syarat lain calon BPP model, semangat dan keinginan penyuluh. Misalnya, cara mengolah data, menyiapkan CPCL dan verifikasi sehingga dapat dilaporkan ke AWR Kementan dan harus ada dukungan dinas pertanian provinsi, kabupaten dan kota.

Untuk meninjau langsung kesiapan BPP menjadi Kostratani, baru – baru ini Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi didampingi Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Yusral Tahir, Kepala Pusat Pendidikan Idha Arsanti berkunjung ke Kabupaten Pandeglang.

DiKabupaten yang yang terkenal dengan sebutan Kota Badak karena terdapat Taman nasional Ujung Kulon yang menjadi habitat badak langka bercula satu ini Kepala Badan mengunjungi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dan disambut antusias penyuluh setempat.

Mendapat kesempatan emas dikunjungi langsung Kepala Badan Dudi Supriyadi Koordinator Penyuluh BPP Mandalawangi tak mau kehilangan momen. Dihadapan Kepala Badan Ia dan penyuluh BPP Mandalawangi yang berjumlah lima orang kemudian memaparkan mengenai berbagai hal yang sudah dilakukannya sebagai bukti BPPnya siap bertransformasi menjadi Kostratani.

 

“Kunjungan kepala badan SDM sangat spesial bagi kami dan waktu sangat leluasa sehingga kami bisa menyampaikan apa yg kami sudah lakukan. Kami sampaikan juga produk inovasi kami sudah ke Belanda dan Australi,” ujar Dudi, Sabtu (8/8).

Dudi mengatakan hal tersebut mendapat apresiasi kepala badan dan melalui kapus ciawi Kepala Badan meminta agar Mandalawangi dilengkapi dengan sarana pengolahan

.Tidak lupa ujar Dudi, saat presentasi dirinya menyampaikan pula klinik agribisnis yang digagasnya. Dengan adanya Klinik Agribisnis BPP Mandalawangi membuat banyak tamu dan pengusaha yang datang berkunjung sehingga produk Kecamatan Mandalawangi terutama talas yang diolah menjadi keripik dan tepung sudah menguasai jabotabek dan lintas propinsi. Bahkan daun talasnya dapat diolah sebagai pengganti tembakau yang sudah ekspor ke Belanda dan Australia.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan menyampaikan bahwa ini inti dari Kostratani, pemberdayaan usaha tani dari tingkat kecamatan.

” Komoditas tidak hanya terbatas padi, kalau talas beneng yang lebih mendatangkan profit dan sesuai potensi wilayah kenapa tidak di kembangkan lebih lanjut,” ucap Dedi.

Semangat membangun Kostratani atau Komando Strategis Pembangunan Pertanian sebelumnya digelorakan Kepala Badan kepada seluruh insan pertanian dalam pertemuan rapat pimpinan yang diselenggarakan di PPMKP Ciawi, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.(Regi/PPMKP)