You are currently viewing Panen Jagung Melimpah, Petani Cikeusik Butuhkan Pengering Ultraviolet

Panen Jagung Melimpah, Petani Cikeusik Butuhkan Pengering Ultraviolet

Pandeglang – PPMKP : Ditengah kekhawatiran pandemik Covid 19 petani di empat Desa di Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang melakukan panen jagung, Sabtu (11/4). Empat desa tersebut yakni Desa Curugciung 16 Ha, Leuwibalang 7 Ha, Tanjungan 5,5 Ha dan Nanggala 6 Ha. Panen melimpah dengan rata – rata produksi 2,55 ton/ha. Untuk mengeringkan petani berharap memperoleh bantuan pengering ultraviolet.


Oji Baroji Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikeusik, menuturkan saat ini, proses pengeringan masih menggunakan pengeringan konvensional dengan menggunakan sinar matahari secara langsung. Apabila hujan turun hasil panen yang dijemur akan dipindahkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dapat dijemur kembali saat cuara cerah. Untuk itu Petani berharap ada bantuan alat pengering Ultraviolet agar proses pengeringan bisa lebih cepat.
“ Pengeringan sangat bergantung pada penyinaran matahari. Jika ada Dryer atau pengering akan sangat membantu pascapanen apalagi disaat musim hujan sehingga proses pengeringan hasil panen menjadi lebih efektif dan efisien. “ ujarnya.
Terkait pemasaran hasil, petani tak bingung menjual karena langsung diserap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pandeglang dengan harga Rp. 2,300/Kg tongkol basah dan pipilan kering Rp. 2,700 – 3.000/kg. Harga ini dinilai sangat layak karena petani menggunakan benih bantuan dari pemerintah provinsi dan juga dari pusat (Kementerian Pertanian) sebanyak 15 Kg/Ha dengan varietas LG sehingga biaya produksi menjadi berkurang.
“ Untuk jagung karena benihnya juga dari pemerintah,harga produksi bisa ditekan, dgn harga yang berlaku sekarang ya ada selisih keuntungan, “ terangnya.
Ia dan petani sangat menghargai upaya – upaya Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten yang sudah memberikan perhatian lebih dan komitmennya membangun pertanian di Kabupaten Pandeglang khususnya di Kecamatan Cikeusik.
“ Kami mengapresiasi dinas pertanian dan pemerintah kabupaten atas perhatian dan komitmen nya membangun pertanian di Kabupaten Pandeglang khususnya di kecamatan Cikeusik, “ ucap Oji.
Semangat petani ditengah wabah patut diacungi jempol, semangat ini sebagai perwujudan dari titah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat-lipat. Apalagi, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.
“Adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” kata Mentan SYL.
Apa yang disampaikan Mentan SYL ditegaskan pula oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi kepada para petani di masa pandemi virus Covid-19 ini kegiatan pertanian produksi pertanian harus tetap berjalan.
“Pertanian tidak berhenti, tanam terus berjalan, pangan harus selalu tersedia. Perpendek rantai pasok dan tingkatkan nilai tambah melalui kegiatan panen dan pasca panen yang memadai, manfaatkan E-marketing. Apabila perdagangan antar wilayah terbatas dorong bahan pangan lokal, dan terapkan GAP, GMP, dan GHP (Good Hygiene Practice),” tegas Dedi Nursyamsi.(RG/PPMKP)