PANEN BAWANG MERAH DI BPP SUGIO MODEL KOSTRATANI

Publikasi

 

Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan bawang merah di berbagai wilayah untuk menjaga agar pasokan berlangsung aman sepanjang tahun. Bulan Agustus ini panen bawang merah diperkirakan banyak dilakukan di sentra-sentra utama sepanjang Pantai Utara Jawa. Selain kawasan tersebut, panen raya juga terjadi di daerah-daerah pendukung salah satunya Kabupaten Lamongan.

Hortikultura memang menjadi target Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan untuk memanfaatkan areal tanamnya. Kali ini giliran bawang merah menjadi fokus pengembangan di Desa Kedung Lor, salah satu desa binaan dari BPP Sugio Model Kostratani yang berada di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

 

Pemilihan komoditas bawang merah dapat dipahami karena bahwa bawang merah memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi jika dibudidayakan dengan baik sesuai anjuran disertai penanaman pada waktu yang tepat, maka keuntungannya tinggi sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat.

 

Bergesernya tingkat pendapatan petani kearah yang lebih baik merupakan

harapan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo (SYL) dan menjadi visi Presiden yang ingin menjadikan pertanian Indonesia maju, mandiri dan modern dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada. Harapan Mentan melalui berbagai program kementerian pertanian dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja serta mampu meningkatkan ekspor.

 

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi, Melalui gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di masing – masing Kecamatan, peran penyuluh dalam mendukung dan mengawal petani agar pertanian tidak berhenti sekalipun pandemic covid 19 masih terus membayangi harus dipastikan stok pangan terjamin dan mendukung sepenuhnya semua program utama Kementerian Pertanian, semangat Dedi.

 

Seperti yang dilakukan para petani di Desa Kedung Lor, salah satu desa binaan BPP Sugio model Kostratani di Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan, yang saat ini tengah memasuki panen bawang merah. Lahan yang dipanen seluas 15 hektare dengan hasil rata-rata 9 sd 10 ton per hektare.

 

Ketua Kelompok Tani

Asri Manunggal, Anwar mengatakan anggotanya kini sudah mantap menerapkan budi daya bawang merah ramah lingkungan. Dari luasan lahan pertanian di Desa Kedung Lor, 15 hektare di antaranya ditanami bawang merah. Dengan menerapkan prinsip-prinsip budi daya organik, diakuinya kualitas panen bawang merah jauh lebih bagus dibandingkan menggunakan cara-cara konvensional. “Hampir 90 persen budi daya bawang merah di daerah kami hanya menggunakan pupuk organik, seperti kotoran sapi, kambing, dan tetes tebu, hingga rendaman serabut kelapa,” tuturnya.

Tidak mengherankan kalau umbi bawang yang dihasilkan ukurannya lebih besar, warna merah mengkilat, lebih keras, dan hasilnya lebih banyak.

 

Penyuluh pendaming Minarti, SP

Harga jual panenan bawang merah kali ini diakui masih cukup menguntungkan karena di pasaran dihargai Rp. 16.000 hingga Rp 16.500 per kilogram. Harga ini jauh di atas harga balik modal petani yang menurutnya hanya Rp 9.700 per kilogram. Artinya masih ada keuntungan yang diperoleh para petani. Mudah-mudahan bisa stabil syukur kalau bisa naik lagi.

 

Minarni menambahkan, kendala utama yang dihadapi petani setempat adalah ketersediaan pupuk kandang yang tidak sebanding dengan luasan lahan bawang merah. Ia mengatakan, kebutuhan pupuk kandang tiap 1.000 meter persegi mencapai dua hingga tiga ton. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk kandang, sementara petani harus mendatangkan dari luar daerah. Dan ini sekaligus peluang untuk dapat mengembangkan sektor peternakan sehingga ketergantungan kebutuhan pupuk bisa sedikit dikurangi.

 

Sementara untuk air irigasi di wilayah BPP Sugio, saat ini sudah teratasi dengan adanya waduk Gondang yang mampu mengairi Kecamatan Sugio, Kecamatan Turi, Kecamatan Lamongan, Kecamatan Sukodadi dan Kembang Baung.

 

Dikonfirmasi terpisah,

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Dr. Wasis Sarjono, M.Si, sebagai pendamping BPP Sugio Model Kostratani mengatakan keberhasilan ini merupakan bukti dari instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo agar petani didampingi penyuluh sinergi di lapangan meski pandemi Covid-19.

Insan pertanian di seluruh Indonesia harus tetap bekerja dan produktif di tengah pandemi Covid-19, untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menangkal krisis pangan.T2S/WAN