You are currently viewing Pandeglang Terima 17 Paket IT Kementan

Pandeglang Terima 17 Paket IT Kementan

 

Pandeglang : Kabupaten Pandeglang provinsi Banten menerima 17 paket information technology (IT) yang disalurkan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Paket IT tersebut merupakan bagian dari 73 paket IT yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi didampingi Kepala Pusat Pendidikan (Pusdiktan) Ida Widhi Arsanty, dalam acara Penguatan BPP Kostratani Provinsi Banten melalui Dukungan Sarana IT dari BPPSDMP di Serang, Selasa (8/12).

Paket IT Kabupaten Pandeglang diterima Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang R. Andriawan untuk didistribusikan ke BPP Kostratani Kecamatan Cimanggu, Cibaliung, Cibitung, Cigeulis, Angsana, Picung, Saketi, Cisata, Patia, Labuan, Carota, Jiput, Banjar, Kaduhejo, Mekarjaya, Cadasari dan Bojong.

“ Bantuan IT sangat positif dan mendukung sekali, mengingat kostratani ditingkat kecamatan dengan BPP nya adalah sumber data dari semua aspek potensi pertanian yang harus didukung dengan sistem informasi teknologi yang cepat dan akurat, “ ucap Andriawan

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kepala Dinas Kabupaten dan Kota di Lingkungan Provinsi Banten, Kepala Balai Besar Karantina Soekarno Hatta, Kepala BPTP Provinsi Banten serta penyuluh pertanian.

“ Bagaimanapun sekarang ini kita sudah harus memanfaatkan internet of things, baik untuk penyuluhan, pelatihan maupun komando “ ujar Dedi.

Dedi menambahkan Kostratani berperan sebagai pusat data dan informasi. Data – data tersebut harus dikemas didalam IT, tersimpan di hardisk computer. Data tersebut meliputi data pertanian seperti LTT padi, jagung kedelai termasuk panennya. Selain itu kejadian – kejadian luar bisa seperti kekeringan, serangan hama penyakit dan sebagainya.

“ Informasi tersebut harus lengkap di BPP Kostratani untuk segera ditindaklanjuti. Jika informasinya samar akan sulit ditindaklanjuti. Dengan adanya IT alasan – alasan lokasi susah tidak berlaku lagi karena sudah ada internet, “ ungkapnya.

Tahun 2020 ini dari 107 BPP Di Banten, 100 BPP akan segera dilengkapi IT dari Kementan dan sisanya akan dilengkapi tahun 2021.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan bahwa dalam membangun pertanian sekarang, paradigmanya sudah berubah. Kata Mentan menyelesaikan problem pertanian tidak bisa dengan level koordinasi yang sama saja seperti dahulu. Ia menekankan untuk mencari pendekatan baru sesuai dengan tantangan era yang ada. Kostratani menjadi tempat berkumpul dengan cara yang baru. Tidak ada yang tidak menggunakan IT didalamnya. Penggunaan IT dalam Kostratani memungkinkan stakeholder untuk cepat tanggap dalam mengambil kebijakan dan keputusan dengan analisa mendalam dari data dan informasi yang dimiliki.(Regi/PPMKP)