You are currently viewing Pacu Kreatifitas di Era Pandemi, Kementan Serahkan Bantuan Pemerintah untuk P4S

Pacu Kreatifitas di Era Pandemi, Kementan Serahkan Bantuan Pemerintah untuk P4S

Pembatasan sosial di masa pandemi Covid-19 menuntut P4S – Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya – untuk terus meningkatkan kreatifitas, tidak hanya perlakuan inovasi pada komoditas pertaniannya, namun juga produk permagangan yang diunggulkan. Penggunaan IT menjadi stimulus bagi pengelola P4S untuk mempromosikan produk dengan jangkauan yang lebih luas dan masif.

Penyerahan bantuan pemerintah berupa laptop dan sarana pendukung permagangan mendorong para pengelola P4S untuk terus berkreasi mengolah materi budidaya, pasca panen, ataupun strategi pemasaran komoditas unggulan, untuk diunggah ke media – media elektronik kekinian.

“Manfaatkan banper – bantuan pemerintah – ini untuk membuat video, tayangkan di Youtube, Tik Tok, Instagram maupun media social lainnya”, himbau Yusral Tahir, Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian – Kementan, dalam acara Serah Terima Bantuan Pemerintah untuk P4S Hidroponik Generik, Petukangan Selatan, Pesanggarahan, Jakarta Selatan (21/9/21).

Berbeda dengan kunjungan petani ke lapangan, dengan mengakses Youtube, petani dapat mempelajari budidaya pertanian dari video yang diproduksi P4S setiap saat, dimana saja, dan dapat diulang – ulang hingga petani memahami dan dapat mengaplikasikannya di lapangan.

Sebagai salah satu penerima Banper, Latifah, Ketua P4S Hidroponik Generik yang bergerak di budidaya sayur dan buah hidroponik, turut berperan serta dalam pembangunan pertanian, khususnya pertanian perkotaan di wilayah DKI Jakarta. Latifah dan para penyuluh swadaya P4S menjadi ujung tombak penyuluhan, yang kehadirannya dibutuhkan petani dan lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup.

Dijelaskan Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, bahwa P4S berperan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta membentuk sikap positif petani terhadap perkembangan teknologi yang berorientasi agribisnis dan berbasis kearifan lokal.

“Hal ini merupakan wujud nyata partisipasi aktif petani, khususnya petani maju yang usahanya layak dicontoh dan ditiru oleh petani lainnya dalam mempercepat penerapan teknologi baru,” jelas Dedi.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan peran dan penguasaan teknologi sangat penting dalam mengkaselerasi kemajuan pembangunan pertanian. Karena teknologi menurutnya sejajar kedudukannya dengan faktor produksi lainnya.

“Transformasi teknologi kepada petani sudah keharusan. Sekarang era digital. Pendampingan-pendampingan, bimbingan teknis tentang bagaimana cara budidaya harus menyesuaikan zaman. Apalagi di situasi seperti ini, pembatasan tatap muka. Maka kita harus memperkuat sektor hulu dan mengembangkan sektor hilir sehingga ada nilai tambah,” ujar SYL.

Banper ini menjadi pematik semangat P4S Hidroponik Generik untuk terus berkarya di era pandemi. “Kami atas nama tim P4S Hidroponik Generik mengucapkan terimakasih pada tim PPMKP Ciawi dan Kementerian Pertanian atas semua sarana prasarana yang dihibahkan kepada kami, Insyaallah akan kami manfaatkan dengan baik untuk pemberdayaan pertanian”, tegas Latifah mengukuhkan niatnya berperan serta dalam pembangunan pertanian. (Osi/PPMKP)