P4S Al Mawaddah Kudus Edukasi Anak–anak Hargai Petani

Ciawi Bogor – PPMKP : Menanamkan cinta pertanian dilakukan dengan cara bermain sambal belajar dan melihat langsung lahan pertanian itulah yang di terapkan oleh Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Al mawaddah di desa Honggosoco Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Ketua P4S Al Mawaddah Sofyan Hadi menuturkan anak – anak sejak usia dini sudah harus ditanamkan sikap menghargai apapun yang dia konsumsi, baik itu buah, sebutir nasi, sebutir gula karena itu melibatkan petani.

“ Mereka datang, melihat pohon contohnya tebu, buah naga dan tanaman lain, kemudian mereka disuguhi jus buah naga, buah naga segar, minuman manis dan terangkan pada mereka asal dari makanan dan minuman tadi, karena kerja petani, petani adalah pahlawan “ jelasnya.

Dijumpai di lahan yang menjadi lokasi P4Snya, Jum,at (18/5) dalam kegiatan Reklasifikasi P4S Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) pria lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini mengatakan anak – anak jauh dengan alam yang didalamnya ada kegiatan pertanian disebabkan mereka sekarang sudah tergantung bermain HP.

“ Untuk mengenalkan alam dan pertanian kepada anak – anak, tinggalkan HP dan biarkan mereka keluar, biarkan mereka mengenal alam dan pertanian dengan berbagai kegiatan yang bisa dirancang bersifat edukasi sesuai dengan usia mereka, “ Ujar Sofyan yang akrab disapa Kyai ini

Dijelaskan di P4S yang dikelolanya ia menyediakan fasilitas pelatihan pertanian untuk anak – anak usia sekolah dari mulai bagaimana menanam, mengolah hasil – hasil pertanian dan juga nilai – nilai agama dalam pertanian.

” Setelah diajak berkeliling dan diajarkan betapa mulianya kerja petani, yang ketika datang ditanya tidak ada yang mau jadi petani, diakhir kunjungan ditanya kembali semuanya angkat tangan ingin jadi petani,” terangnya

Selain fasilitas tersebut Sofyan menerangkan P4S Al Mawaddah secara langsung berperan aktif turut membangun pertanian melalui pengembangan SDM dalam bentuk pelatihan bagi petani dan masyarakat. Pelatihan – pelatihan yang ditawarkan yaitu pelatihan budidaya tebu dengan sistem organik, pelatihan penanaman teknik hidroponik, pelatihan pengolahan tepung singkong (mocaf) dan lain sebagainya.

“ Dengan pelatihan tersebut saya berharap para petani dan masyarakat dapat mengebangkan pertaniannya dengan sebaik mungkin. Menjual tidak hanya dalam bentuk segar tapi juga olahan, “ Katanya. (RG/PPMKP)