You are currently viewing Musim Tanam Kedua, Petani Kaduhejo Pandeglang Beralih ke Varietas Mekongga

Musim Tanam Kedua, Petani Kaduhejo Pandeglang Beralih ke Varietas Mekongga

Pandeglang : Memasuki musim tanam kedua (MT II), petani di sejumlah desa Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang mulai menanam dengan mengandalkan varietas Mekongga.


Farid Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sejahtera mengaku penggunan vairietas Mekongga ini baru pada musim tanam ini.
“Kami  berharap varietas ini bisa memberikan hasil maksimal sehingga bisa menguntungkan petani ketika panen nanti,” ujar Farid.
Mengutip laman resmi Badan Litbang Pertanian, Mekongga merupakan varietas unggul hasil persilangan padi Galur dengan IR 64. Varietas yang diluncurkan tahun 2004 ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain umur tanam singkat, tanaman tegak, bentuk gabah ramping, tekstur pulen dan potensi cukup menjanjikan yakni enam ton per ha.
Ucu Subakti Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Kaduhejo mengatakan Poktan Sejahtera memiliki lahan seluas 25 hektar.
Secara keseluruhan sampai dengan akhir Agustus jumlah luasan tanam padi di Kecamatan Kaduhejo mencapai 120 Ha.
Menurut Ucu sejauh ini petani yang menanam dengan metode tanam ubinan relative lancar dalam ketersediaan pupuk maupun cadangan air.
Soal pengairan, kata Ucu petani di blok atas  memanfaatkan irigasi pedesaan.
“Untuk dari jalan ke bawah irigasi setengah teknis, mengenai pupuk kalau saya tanya petugas perval insyallah aman. Kemarin(1/9) saya cek salah satu kios kalau untuk urea banyak tersedia cuman kalau untuk SP36 belum ada,” terang Ucu, Rabu (2/9).
Pupuk SP 36 yang dikalangan petani dikenal dengan nama pupuk TS ini berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman padi.
Biasanya digunakan petani untuk tambahan pupuk dasar dan susulan ke satu. Sebagai alternative petani bisa menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus gencar melakukan pengawasan langsung di lapangan berkaitan dengan Gerakan Percepatan Tanam.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional dan juga untuk penanggulangan pandemi Covid-19.
“Apapun yang terjadi, kita tetap harus makan. Saya tidak mau melihat rakyat di negeri ini mati kelaparan,“ ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi  mengajak kepada penyuluh, petani dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dalam pandemi Covid-19. Caranya dengan melakukan percepatan tanam secara terus menerus. (Regi/PPMKP)