You are currently viewing Musim Penghujan Sebanyak 231 Warga Bogor Terjangkit DBD

Musim Penghujan Sebanyak 231 Warga Bogor Terjangkit DBD

Sumber Foto|Istimewa

wartapakwan.co.id, TANAH SAREAL – Musim penghujan penyakit demam berdarah dengue (DBD) selalu menjadi ancaman bagi masyarakat. Hingga diakhir bulan ini tercatat sebanyak 231 warga Kota dan Kabupaten Bogor menjadi korban yang diakibatkan nyamuk Aedes Aegypti.

Sebanyak 231 warga Bogor yang terjangkit, Kota Bogor masih menjadi wilayah dengan kasus DBD terbanyak, yakni 118 kasus. Sementara 113 kasus terjadi di wilayah Kabupaten Bogor.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah memaparkan, pada tahun 2018 tercatat 727 kasus, sedangkan tahun 2019 terdapat 118 kasus di Dinas Kesehatan Kota Bogor, artinya Kota Bogor termasuk wilayah endemis. Paling tinggi terjadi di Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Barat dan Kecamatan Tanah Sareal, yakni di Kelurahan Mekarwangi, Kelurahan Kencana dan Kelurahan Katulampa.

Baca : Koramil 2202/Palabuhanratu Bersama Rakyat Basmi Nyamuk -Nyamuk Nakal Berkeliaran

Rubaeah juga menjelaskan Kota Bogor merupakan wilayah endemis lantaran perilaku dan lingkungan yang kurang bersih dan sehat.

Baca  : Kadinkes : PSN Lebih Efektif Dibandingkan Fogging

“Kami minta kerjasama para Camat, Lurah, tokoh masyarakat dan OPD jika ada fogging tolong melaporkan ke Dinkes. Kami akan tinjau soal berapa takarannya dan jenis insektisidanya jenis apa supaya tidak terjadi resistensi nyamuk terhadap virus DBD,” paparnya.

Terpisah, Kepala bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi, mengatakan, kasus DBD tersebar di 15 dari 40 kecamatan di wilayah itu. Jumlah terbanyak disebutkan terjadi di Kecamatan Cibinong yang mencapai 34 kasus.

“Meski begitu, kami belum menjadikan penyakit DBD ini masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB),” kata Agus, Senin (28/01).

Baca : Warga Kelurahan Cibadak Laksanakan Program PSN

Agus menyampaikan, Bupati telah membuat surat tentang peningkatan sistem kewaspadaan dini (SKD) dan diedarkan kepada para camat, kepala desa, puskesmas, dan rumah sakit tentang penanggulangan DBD. Dia meminta masyarakat tidak resah.

“Tapi bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, berperilaku sehat, dan segera membawa ke fasilitas kesehatan terdekat bila ada korban dengan gejala DBD,” tegasnya.

Reporter : Bambang Supriyadi
Editor      : Bambang Supriyadi