You are currently viewing Menjelang Imlek, Perajin Barongsai dan Liong di Bogor Kebanjiran Pesanan

Menjelang Imlek, Perajin Barongsai dan Liong di Bogor Kebanjiran Pesanan

Suasana pembuatan barongsai di Jalan Roda, Gang Angbun, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah. Foto|Sandika Fadilah/wartapakwan.co.id

wartapakwan.co.id, BOGOR TENGAH – Menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh tanggal 5 Februari 2019, menjadi berkah tersendiri bagi perajin barongsai.

Lily Hambali, salah satu pemilik Bengkel barongsai yang berada di Jalan Roda, Gang Angbun, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, ia mengaku cukup kewalahan bahkan hingga menolak pesanan. Pesanan barongsai dan liong terus berdatangan meskipun ia telah menutup pesanan untuk Imlek tahun ini.

http://wartapakwan.co.id/2019/01/08/pesta-rakyat-cap-go-meh-street-festival-cgm-2019-bakal-dihiasi-ribuan-lampion/

“Kalau untuk pemesanan bisa beberapa kali lipat bahkan sudah banyak yang kita tolak juga apalagi yang pesan dekat-dekat bulan Januari sudah enggak kepegang, minimal dari awal bulan Oktober hingga November pesanan sudah pada masuk semua,” ujarnya kepada wartapakwan.co.id, Senin (14/01)

Bahkan ia tak sungkan untuk menolak pesanan dikala mendekati Tahun Baru Imlek ini. Selain sumber daya manusianya yang terbatas, juga cuaca “Kota Hujan” yang kian sulit diprediksi.

“Kalo liong tergantung cuaca
bulan-bulan ini kan sudah musim hujan karena prosesnya dengan menggunakan sablon, jadi lama keringnya dan untuk pengerjaan kita sudah ada bagian-bagiannya jadi ada yang nyablon, ngelukis ada juga yang buat rangka,”katanya.

Pesanan pun datang dari berbagai kota di Indonesia. Mulai dari daerah Aceh hingga Papua.

http://wartapakwan.co.id/2018/03/03/di-ajang-cgm-2018-dedie-rachim-mendadak-jadi-fotografer/

Untuk satu barongsai utuh proses pembuatannya mencapai dua hingga tiga minggu dan ia jual seharga Rp 5,5 juta. Sedangkan liong mulai Rp 7,5 hingga 8 juta rupiah.

Namun untuk tahun ini ia mengaku terkendala bahan. Pasalnya barang import yang ia gunakan sulit untuk masuk ke Indonesia.

“Kalau untuk barongsai kita hampir 50 persen impor, seperti bulu2 dan asesorisnya,” imbuhnya.

Reporter : Sandika Fadilah
Editor      : Bambang Supriyadi