You are currently viewing Mengolah Lahan dengan Cangkul, Petani Rumpin Kabupaten Bogor Berhasil  Panen Jagung 25 Ha
Suyana Ka. UPT Penyuluhan Leuwiliang panen jagung bersama Poktan Harapan Baru Desa Sukasari Kec. Rumpin Kab. Bogor

Mengolah Lahan dengan Cangkul, Petani Rumpin Kabupaten Bogor Berhasil Panen Jagung 25 Ha

Ciawi Bogor – PPMKP  

 Sebanyak lima  Kelompok Tani  kecamatan Rumpin kabupaten Bogor panen jagung seluas 25 Ha. Panen dilakukan secara bertahap dan puncaknya Jumát (15/2) oleh  Kelompok Tani Harapan Maju desa Sukasari, Poktan Bina Harapan dan Poktan Kuntum  desa Rabak, Poktan Bunga Mawar dan Poktan Tani Jaya di desa Cibodas. Lima kelompok Tani ini adalah kelompok tani yang memang mendapatkan kegiatan tanam jagung, masing – masing 5 Ha. Sebagian petani menanam dilahannya sendiri dan ada yang memanfaatkan lahan perusahaan.

“ Poktan Harapan Maju memanfaatkan lahan milik PT Yan Lapa dan baru tahun ini digarap petani , sementara yang lain lahan sendiri, “ jelas Suyana Kepala UPT Penyuluhan wilayah Leuwiliang yang meliputi wilayah Leuwiliang, Leuwisadeng, Rumpin dan Nanggung kepada PPMKP melalui sambungan telepon.

Lebih jauh Suyana menuturkan luas pertanaman jagung diwilayah Rumpin mencapai 25 ha, selain itu, ada jagung manis yang dipanen muda untuk kebutuhan sayur mayur hasil swadaya petani. Adapun mengenai pupuk dikatakan Suyana tidak menjadi masalah karena selain mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi petani juga memanfaatkan pupuk kandang yang diperoleh dari ternak ayam sekitar lahan.

Meskipun diawal tanam mengalami hambatan musim yang kering dan peralatan mengolah lahan masih dengan cara tradisional yakni mencangkul   namun semua terbayar saat mereka memetik hasil panen jagung sesuai harapan.

Mengingat minat petani menanam jagung sedang tinggi saat ini, Suyana mengatakan petani sangat mengharapkan mendapatkan fasilitas – fasilitas seperti benih dan alat mesin pertanian yang dibutuhkan untuk memudahkan petani mengolah lahan dan memipil jagung.

“ Harapan petani mereka bisa mendapatkan bantuan benih varietas dari Sygenta dan alat pengolah tanah (traktor) roda 4, hand traktor Rotary dan  dan alat pemipil jagung, “ ujarnya.

Varietas jagung yang di tanam oleh para petani  pada panen kali ini adalah varietas LG 22,  dengan umur tanam 115 – 120  hari para petani sudah bisa panen dengan kebutuhan benih 20 kg/ha rata – rata produksi mencapai 8,75 ton/ha dan.   Semua hasil petani ini dijual ke pasar parung dan ke Wilayah Tangerang dengan harga Rp. 4,000 – 5,000/kg pipilan kering dengan kadar air 15 – 16%. Harga ini lebih baik dari sebelumnya yang hanya Rp. 3,000 – 3,200/kg.  (PPMKP)

.