Memerlukan Darah Pasien harus Membayar, Begini Penjelasannya

Featured News Publikasi

Muhamad Fuad Kabid Pelayanan UTD PMI Kabupaten Bogor.

Ciawi – PPMKP : Darahmu menyelamatkan hidup banyak orang, kalimat itulah yang digunakan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mengajak masyarakat rela menyumbangkan darahnya. Untuk menyumbangkan darah dengan sukarela masyarakat bisa secara langsung datang ke Unit Transfusi Darah (UTD) setempat atau mengikuti event suatu instansi, lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan donor darah. Sementara itu untuk mendapatkan satu kantung darah, masyarakat perlu membayar. Tentu hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya dan timbul dugaan adanya jual beli darah. Padahal sewaktu menyumbangkan darah, masyarakat melakukannya dengan senang hati alias gratis. Mengapa demikian? Dalam kegiatan donor darah kerjasama Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) di Balai Pengobatan PPMKP, Jum’at pekan lalu Kepala Bidang Pelayanan UTD PMI Kabupaten Bogor Muhamad Fuad mengungkapkan sebenarnya harga tersebut untuk mengganti Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD)/Service Cost. Setelah PMI menerima darah dari para pendonor, tentu prosesnya tidak berhenti sampai di situ. Darah tidak bisa langsung digunakan oleh pasien yang membutuhkan. Darah harus melewati serangkaian pemeriksaan/screening komponen dan virus yang mungkin saja terkandung di dalamnya. Pemeriksaan ini tujuannya untuk memastikan darah tidak mengandung virus 4 penyakit menular yaitu hepatitis, sifilis, HIV/AIDS, dan malaria.
Selain itu, diperlukan pemeriksaan komponen antara darah pendonor dengan darah yang dibutuhkan pasien. Pemeriksaan itu meliputi plasma darah, sel darah merah, dan trombosit. Tidak semua darah dalam satu kantung dibutuhkan oleh pasien.
Apabila seluruh pemeriksaan telah selesai dilakukan, kantung darah siap diletakkan di lemari penyimpanan khusus sebelum diberikan kepada pasien yang dibutuhkan. Lagi-lagi hal ini membutuhkan biaya. Semua biaya dari proses itulah yang kemudian dikenakan kepada pasien yang membutuhkan darah sehingga ketika meminta darah ke PMI harus membayar.

Berikut proses permintaan darah yang nantinya akan digunakan untuk proses transfusi darah kepada pasien yang membutuhkan dari mulai pengantaran sample darah sampai dengan darah dikeluarkan:
Penerimaan Surat Permintaan darah dari dokter yang menangani pasien berikut sample darah pasien yang membutuhkan transfusi darah. Proses ini dilakukan di bagian Kasir.
Pengecekan golongan darah sample pasien.
Sample pasien diantar ke bagian Laboratorium.
Pengecekan ulang golongan darah pasien menggunakan metode tabung, untuk kemudian di konfirmasi.
Cek stok darah donor sesuai golongan darah pasien.
Pengecekan ulang golongan darah donor menggunakan metode tabung.
Dilakukan proses Cross Matching / uji silang serasi guna mengetahui kecocokan darah pasien dan darah donor dalam waktu ± 2 jam.
Setelah lulus uji silang seasi, darah dapat dikeluarkan.
keluarga pasien membayar biaya pengganti pengolahan darah (BPPD) sebesar yang telah ditetapkan pada saat pengambilan darah.
Darah dapat ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.(ppmkp)