You are currently viewing Masuki Musim Panen, Manggis Bojong Siap Masuki Pasar Ekspor dan Lokal

Masuki Musim Panen, Manggis Bojong Siap Masuki Pasar Ekspor dan Lokal

 

Pandeglang : Ribuan pohon buah manggis di Kecamatan Bojong Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten tengah memasuki musim panen. Buah manggis dengan rasanya yang manis sedikit asam dengan warna kulit ungu, siap masuk pasar ekspor dan lokal.

Encep Ukholid Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Bojong menuturkan, musim sekarang hasil manggis tak melimpah seperti tahun kemarin. Meski demikian untuk kebutuhan ekspor masih dapat terpenuhi. Turunnya produksi disebabkan faktor cuaca yang berubah dimana musim hujannya lebih cepat menyebabkan bunga – bunga rontok sebelum menjadi buah.

“ Hujan membuat bunga – bunga bakal buah rontok, sehingga produksi menurun, tapi meski pasokan sedikit, barang tetap ada dan bisa untuk ekspor, “ ungkapnya, Jum’at (15/01/2021).

Selain untuk ekspor hasil produksi manggis Bojong dipasarkan di berbagai area, diantaranya wilayah Jabodetabek dengan harga Rp. 30,000,-/kg. Pemasaran dikoordinir oleh Teti Fatmaisah anggota kelompok tani (poktan) Barokah Tani di Desa Bojong yang bertindak juga sebagai pengepul. Kelompok ini sudah memiliki fasilitas rumah sortir bantuan Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut Encep pada panen berasal dari pohon – pohon manggis baik pohon yang sudah ada berusia sekitar 40 tahunan dan pohon baru dari bantuan usia delapan tahunan yang sudah mulai berbuah.

 

“ Jumlah populasi masing – masing pohon yang baru dan yang tua berimbang. Yang baru (bantuan) sudah mulai berbuah, “ ujarnya.

 

Kata Encep perawatan pohon manggis relatif mudah, karena manggis merupakan tanaman yang kuat terhadap serangan hama. Untuk mempertahankan keberlanjutan pohon petani hanya perlu menyiangi pohon dan pemupukan seperlunya.

Kecamatan Bojong yang terletak di sebelah Selatan Pandeglang memang merupakan salah satu sentra buah manggis di Kabupaten Pandeglang. Dari Kecamatan inilah melalui poktan Barokah Tani pada tahun 2020 Kabupaten Pandeglang berhasil mengekspor buah yang terkenal dengan permainan tebak – tebak buah manggis ini ke China. Jumlahnyapun tak main – main, 93, 396 ton.

 

Dari delapan desa yang ada di Kecamatan Bojong, lima desa diantaranya merupakan sentra manggis. Desa tersebut yakni desa Bojong, desa Cahaya Mekar, desa Mekarsari, desa Citemenggung, dan desa Manggung Jaya,

Selain Kecamatan Bojong, terdapat lima Kecamatan lain yang menjadi sentra manggis di Pandeglang. Yaitu Saketi, Menes, Cikedal, Picung dan Kecamatan Carita. Kecamatan Bojong menjadi sentra terbesar manggis dengan populasi pohon terbanyak.

Data Dinas Pertanian Kab. Pandeglang 2019, menyebutkan populasi pohon manggis di Kabupaten Pandeglang mencapai 178.511 pohon, dengan jumlah tanaman yang benar – benar menghasilkan 136.506 pohon. Diketahui jumlah produksi mencapai 122.445,88 ton dengan produktivitas 896 kwintal.

Secara nasional, Provinsi Banten menempati posisi ke 10 sebagai daerah produsen buah manggis.

 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungapkan sentuhan teknologi menjadi upaya utama untuk merealisasikan potensi kinerja ekspor buah Indonesia. Selain itu sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi melalui penerapan standardisasi produk hasil pertanian dari hulu ke hilir.

 

Terkait pemasaran hasil pertanian Kepala Badan penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Petanian (BPPSDMP Kementerian pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan hal tersebut ada pada peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) sebagai pusat konsultasi bisnis. Di sini, konsultan ahli pertanian dari instansi pemerintah hingga lembaga swasta bertugas menyampaikan materi teknis. Sebut saja materi soal budidaya, pascapanen dan pengolahan, pemasaran, mekanisasi dan teknologi informasi. Sementara itu soal manajemen meliputi kewirausahaan dan kelembagaan. Peran lain Kostra Tani juga menjadi pusat pengembangan jejaring kemitraan. Tujuannya agar usaha-usaha pertanian bisa dipasarkan secara lebih luas.(Regi/PPMKP)