Mahmud Tohir Semangat Menjaga Manggis Wanayasa

Publikasi

Purwakarta—Usianya tak lagi muda, namun semangat Mahmud Tohir, petani warga Desa Cibuntu, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tak kenal surut bergelut dengan manggis.

Di usia ke-64 tahun, kiprah Mahmud mengembangkan manggis berhasil membawa manggis Kecamatan Wanayasa, Purwakarta memperoleh sertifikat varietas unggulan khas Purwakarta dari Kementerian Pertanian. Bahkan Manggis Wanayasa ini berhasil menembus pasar ekspor.

“Sebelumnya manggis diwilayah ini tak memiliki nama. Saya mendaftarkan manggis ini dan mengangkat nama Kecamatan Wanayasa, sehingga memperoleh hak paten sertifikasi sebagai varietas unggulan Kabupaten Purwakarta dengan nama manggis Wanayasa dan sekarang sudah ekspor, “ ujar Mahmud.

Menurutnya, Kecamatan Wanayasa merupakan sentra manggis di Kabupaten Purwakarta. Selain itu beberapa kecamatan lain juga menjadi sentra, diantaranya Kiara Pedes, Bojong dan Darangdan. Perihal siapa yang menanam pertama kali, Ia mengaku tidak mengetahui, namun tanaman manggis di Kecamatan Wanayasa disebut Mahmud sudah berumur ratusan tahun.

Salah satu pohon manggis warisan keluarganya terletak di Desa Cibuntu, Kecamatan Wanayasa. Pohon indukan setinggi lebih dari 15 meter itu pernah menjadi bahan eksperimen untuk menghasilkan benih pohon manggis. Berbagai cara dicobanya untuk menghasilkan tanaman baru dengan produktivitas buah yang tinggi.

“Tanaman manggis di Wanayasa termasuk warisan dari dulu. Saya enggak tahu yang menanam dulunya siapa. Yang saya tahu tanaman manggis sudah ada sejak sebelum saya lahir,” ungkapnya disela-sela Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani yang dilaksanakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, di Desa Cipulus Kecamatan Wanayasa, beberapa waktu lalu.

Mahmud bercerita, dirinya sudah berusaha tani sejak tahun 1977. Namun mulai intensif bercocok tanam manggis pada tahun 2000. Untuk mempertahankan manggis Wanayasa, ia kemudian menjadi penangkar manggis dan membangun Ikatan Penangkar Benih Wanayasa. Kini benih yang ditangkarkan dari biji ini sudah melenggang diberbagai wilayah di Indonesia.

“Bibit manggis varietas Wanayasa sudah beredar ke seluruh wilayah Indonesia. Selain Jawa Barat, sudah sampai juga ke Solok Sumatera Barat dan Bangka Belitung, “ ujarnya.

Menurut Mahmud, keunggulan manggis Wanayasa ada pada rasa dagingnya yakni asam segar. Selain itu ukurannya relatif besar dengan diameter hampir mencapai 5 centimeter dan bobotnyapun mencapai lebih dari 110 gram per buah. Daya simpan bisa mencapai 28 hari. Hal inilah yang membuat manggis Wanayasa banyak disukai konsumen

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong pengembangan berbagai komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga mendukung peningkatan daya saing pertanian di pasar global melalui Gerakan tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

“Dampak ekspor akan melibatkan jutaan orang di sektor pertanian. Dukungan petani, penyuluh dan seluruh rakyat melalui GratiEks akan mendorong pengusaha dan eksportir melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat,” kata Mentan

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi memastikan, pihaknya akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GratiEks. “Hal itu sejalan dengan instruksi dan arahan Mentan Syahrul, untuk menjadikan KostraTani sebagai pusat koordinasi dan kolaborasi pembangunan pertanian,” katanya.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia sebagai tumpuan masa depan pertanian Indonesia.(Regi/PPMKP)