You are currently viewing Mahfud MD Ajak Mahasiswa IPB Bentengi Pluralisme dengan Menjauhi Ujaran Kebencian
GENERASI EMAS: Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Mahfud MD mengajak mahasiswa IPB untuk menghindari ujaran kebencian karena berpotensi mengganggu pluralisme. Hal ini diungkap Mahfud dalam Bincang Seru bertajuk Inspirasi, Kreasi, dan Pancasila di GWW IPB, Dramaga, Bogor, Senin (14/10/2019). Foto: Tjahyadi Ermawan.

Mahfud MD Ajak Mahasiswa IPB Bentengi Pluralisme dengan Menjauhi Ujaran Kebencian

Dramaga, wartapakwan.co.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Mahfud MD menyebut kaum milenial Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa, yaitu menghindari ujaran kebencian. Dia menyebut ujaran kebencian merupakan salah satu ancaman terhadap kebhinekaan yang menjadi tiang penyangga NKRI.

Hal itu diungkap Mahfud saat menghadiri acara Bincang Seru Bersama Mahfud dengan tajuk Inspirasi, Kreasi, dan Pancasila di Graha Widya Wisuda (GWW) IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019).

Kata Mahfud, dalam hukum Indonesia, ujaran kebencian dikelompokkan ke dalam beberapa kategori yakni pencemaran nama baik, fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, berita bohong, provokasi, dan hasutan.

“Itu semua dilarang oleh hukum dan kita punya UU yang mengatur itu. Contohnya sudah ada, seperti Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, atau Buni Yani. Jadi, yang bijaklah dalam bersosial media,” paparnya.

Menurut Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini, ujaran kebencian saat ini penyebarannya lebih masif melalui saluran media sosial. Seseorang dengan mudahnya menyebarkan ujaran kebencian. Pun demikian, aparatur penegak hukum dengan mudah juga menangkapnya.

“Jadi hati-hati kaum milenial. Ujaran kebencian bisa menimbulkan bencana. Hal itu bisa dimulai dengan omongan, tulisan, dan fitnah,” katanya.

Dalam pandangan Mahfud, mulai dari sekarang masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial, harus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan hukum dan keadilan agar Indonesia Emas pada 2045 akan dapat terwujud.

“Tantangan kita saat ini bangaimana mencapai Indonesia Emas tanpa ujaran kebencian. Sebab, ujaran kebencian dapat mengancam pluralisme yang ditanam di Indonesia sejak dahulu kala. Bagaimana hormat menghormati antar suku, golongan dan agama begitu erat,” paparnya.

Mahfud begitu fokus pada generasi milenial karena merekalah nanti yang akan sangat berperan di era 2045. Mereka menyiapkan diri untuk membangun bangsa yang beradab. “Mari bersama-sama membangun bangsa Indonesia yang maju dan beradab dengan memanfaatkan segala kelebihan yang kita miliki agar Indonesia Emas di tahun 2045 dapat tercapai,” kata Mahfud. (tjahyadi ermawan)