You are currently viewing Mahasiswa STIA Menarasiswa Baksos di Desa Galuga

Mahasiswa STIA Menarasiswa Baksos di Desa Galuga

Galuga, wartapakwan.co.id – Melalui kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat 2019 (KPM), mahasiswa STIA Menara Siswa lakukan kegiatan bhakti sosial, kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu yang dibuka oleh PLT Kepala Desa Galuga Adi Prayudi S.Sos (19/10/2019).

Acara yang diselenggarakan di kantor Desa, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Dalam kegiatan ini, sejumlah peserta KPM yang ada di kelompok Dua, melakukan pemberian santunan serta pemberian bingkisan terhadap anak yatim dan duafa serta pemeriksaan kesehatan bekerjasama dengan yayasan yatim mandiri “hari ini (red) kami memberikan santunan terhadap yatim dan duafa yang ada di desa galuga, selain itu kami juga bersama warga bergotong royong melakukan pengecatan posyandu dan tempat mengaji,” ujar H. Djodjo selaku dosen pembimbing.
Lebih lanjut H. Djodjo menjelaskan, melalui kegiatan ini kami mengajak para mahasiswa STIA Menara Siswa untuk lebih peduli terhadap sesama serta mengabdi seutuhnya untuk kepentingan masyarakat dan mahasiswa senantiasa peka terhadap lingkungan sekitar serta memperhatikan masalah-masalah yang timbul agar memberikan solusi yang terbaik untuk lingkungan,
Selain melakukan kegiatan bhakti sosial, peserta KPM Berkesempatan mengunjungi Tempat pengolahan sampah dengan cara budidaya BSF (Black Soldier Fly) di Galuga yang dikelola oleh Bapak Markus yang merupakan Pemilik BSF galuga, ia mengajak para peserta KPM di edukasi tentang budidaya lalat larva hitam dan di ajak berkunjung ke lokasi peternakan dan pengelolan Sampah Organik yang diolah oleh lalat mampu tereduksi sebanyak 80 persen, sisanya akan menjadi larva yang mengandung protein tinggi,” kata pemilik BSF Galuga markus Susanto, Sabtu (19/10/2019).

Dia mengatakan, pengolahan sampah sisa rumah tangga atau organic dengan teknik biokonversi BSF ini sangat bagus untuk mengurangi permasalahan sampah, Kami PT. Maggot Indonesia Lestari, awalnya memilih galuga karena merupakan TPA agar memudahkan pemanfaatan sampah organik untuk sumber pakan pembesaran “MAGGOT” alias Belatung lalat hitam kami menyebutnya sebagai proses biokonversi sampah organik diolah menjadi protein dan pupuk. Menurut markus, larva lalat yang dihasilkan teknik tersebut dapat dijadikan pakan ternak berprotein tinggi, Pupuk Organik berkualitas Serta dapat dimanfaatkan menjadi bahan farmasi, dan produk turunan lainnya, ia mengaku sangat senang dengan adanya kunjungan seperti ini.
“kami menyambut baik kegiatan ini, karena melalui kegiatan ini pula kami bisa mengenalkan dan bisa memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah dengan secara biokonversi,” ujar markus Susan to. ***