You are currently viewing KSS Door to Door Kaulinan Tradisional di SDN Pasir Eurih 5 Taman Sari

KSS Door to Door Kaulinan Tradisional di SDN Pasir Eurih 5 Taman Sari

Wartapakwan.co.id, Taman Sari – Guna menambah permainan tempo dulu terhadap anak, sekumpulan anak muda para pecinta alam Bogor yang tergabung dalam Komunitas Simpul Selatan (KSS) mengadakan kegiatan bulanan yang bernamakan Door to Door di halaman Sekolah Dasar Negeri Pasir Eurih 05, Kampung Sindang Barang RT 05 RW 04 Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Door to door sendiri bertujuan untuk melestarikan permainan Tradisional kepada Anak-Anak siswa SDN Pasir Eurih 05.

Komunitas yang berdiri tahun 2016 dengan Jumlah anggota 70 ini memiliki visi untuk mengedukasi serta memperkenalkan kembali permainan tradisional dan juga mempunyai Program seperti, Door to door, camping ceria, dan latihan ceria.

Permainan tradisional yang dikenalkan kepada siswa-siswi SDN Pasir Eurih tersebut seperti, Enggrang, Gegerelengan, Pepeletokan, Karet, Bola Pantul, Damdas, Congklak, Gatrik, Sondah dan Boy-boyan.

“Untuk permainan tradisional yang kita perkenalkan baru 11 permainan tradisional saja, mudah-mudahan bisa nambah.” ujar Muhamad Sidik kepada wartapakwan.co.id, Senin (15/10).

Muhamad Sidik menjelaskan, Door to door merupakan program yang ada didalam Komunitas rutin dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan sekali. Door to door awal nya digelar dirumah-rumah anggota komunitas saja, namun timbulnya ide kreatif membuat kegiatan ini meluas hingga ke anak-anak sekolah.

“Awal mulai kegiatan door to door tahun 2016 dan waktu itu masih di wilayah rumah member yang mau di datangin belum meraba ke sekolahan seperti sekarang.” kata Muhamad Sidik.

Pria yang disapa Kang Dikdok ini menambahkan, Komunitas Simpul Selatan merasa prihatin kepada anak-anak zaman sekarang yang hanya mengenal gadget dan game online, serta sudah melupakan permainan tradisional, dari keprihatinan itulah KSS memperkenalkan kembali permainan Tersebut.

“Harapan kami simpul selatan supaya permainan tradisional tidak punah dimakan zaman dan tetep lestari sampai generasi yg akan datang dan anak-anak beralih ke permainan yg mengedukasi dan dapat mengurangi pemakaian handphone. ” ungkap Muhamad Sidik.

Sementara itu siswa SDN Pasir Eurih Ujang merasa Senang diperkenalkan kembali permainan tradisional yang di helat oleh Komunitas Simpul Selatan .

“Seneng tadi kaka-kaka ngajarin saya permainan yang dulu dimainkannya, ternyata seru banget.” pungkas Udin. (wartapakwan.co.id / Irex)

Editor : Hadrina