Kreasikan Kue Lebaran Dari Tepung Mocaf, RMI Kebanjiran Pesanan

Publikasi

 

Banjarnegara : Nastar, kastengel, lidah kucing dan lain – lain merupakan kue kering yang wajib dan biasanya ada saat Idul Fitri tiba. Berbeda dengan Kreasi kue kering pada umumnya yang terbuat dari tepung terigu, kue kering bikinan Rumah Mocaf Indonesia terbuat dari tepung mocaf (Modified Cassava Fluor). Dan kini kebanjiran pesanan.

“ Terbuat 100 persen dari tepung mocaf dari bahan baku singkong asli indonesia yang memberdayakan ratusan petani singkong. Tidak menggunakan terigu sedikitpun yang harus impor, memiliki rasa lebih enak dan renyah. “ ujar Riza Azyumarridha Azra CEO Rumah Mocaf Indonesia Banjarnegara Jawa Tengah, Selasa (27/04/2021).

Tak main – main menjelang lebaran ini penjualan kue kering tersebut sudah hampir menembus angka 1000 toples.

Riza menyampaikan karena menggunakan tepung mocaf yang gluten free, rendah indeks glikemiks dan kaya serat kue kering mocaf produksinya diakuinya jauh lebih sehat dan cocok untuk yang sedang diet. Sehingga yang memesanpun rata – rata para pegiat hidup sehat.

Untuk meningkatkan penjualan Rumah Mocaf memberikan diskon menarik yakni 15 persen untuk pembelian paket parcel yang terdiri dari Eggroll, Nastar, Lidah Kucing, Kastengel, Cookies Choco dan Cookies Berry, berlaku hanya untuk 100 paket parcel pertama yang dipesan pada periode order 26 – 30 April 2021.

Untuk diketahui Mocaf dibuat dari singkong dan melalui proses fermentasi serta mengalami perubahan karakteristik. Cita rasa mocaf menjadi netral, menutupi cita rasa singkong sampai 70 persen. Warnanya pun lebih putih daripada tepung singkong biasa.

Riza menambahkan selain berbahan dasar tepung Mocaf, campuran gula yang digunakanpun gula sehat yang terbuat dari singkong berkualitas terbaik dan telah bersertifikat Kementerian Kesehatan dan halal MUI. Gula ini diproduksi oleh Rumah Mocaf Indonesia.

“ Gula pemanisnya juga pakai garva gula singkong yang kandungannya juga lebih sehat dari gula kristal biasa, jadi cocok juga untuk penderita diabetes, “ tambahnya..

Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian dalam negeri untuk menekan impor. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus menyerukan agar pelaku usaha yang terbiasa mengandalkan bahan baku impor untuk menerapkan substitusi bahan baku yang biasa diimpor seperti tepung gandum dengan tepung yang terbuat dari komoditas hasil pertanian lokal.

Berkaitan dengan sumberdaya pangan lokal, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menyatakan sumber daya pangan lokal yang mengandung keragaman antardaerah menjadi tumpuan upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.(Regi/PPMKP).