You are currently viewing Kostratani Sukaresmi Terapkan Konsep Sebar Culik Hindari Ketinggalan Tanam

Kostratani Sukaresmi Terapkan Konsep Sebar Culik Hindari Ketinggalan Tanam

 

Pandeglang Banten : Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Banten terapkan konsep sebar culik , trik jitu agar tidak ketinggalan tanam setelah panen musim tanam (MT) III 2020.
Sunara, SP., M.Si., Koordinator Penyuluh menyampaikan konsep sebar culik yaitu percepatan tebar benih sebelum padi dipanen. Menurutnya jika konsep ini tidak diterapkan maka dipastikan panen akan mundur dan akan mengalami keterlambatan.
“ Untuk mengantisipasi supaya tidak ketinggalan saya punya konsep sebar culik sebelum padi di panen, 20 hari sebelumnya benih sudah disebar. Jadi begitu padi di panen benih sudah siap tanam, “ ujarnya, Selasa (17/12).
Kata Dia dengan konsep ini juga sebagai antisipasi hama dan penyakit. Kemudian waktu panenpun akan sama dengan MT I petani diluar lahan Gerakan Percepatan Olah dan Tanam (GPOT).
“ Sudah pasti kalau tidak begitu pasti panen nya mundur atau telat. Dengan konsep ini hama dan penyakit bisa di antisipasi. Tidak ketinggalan panen dan panen akan sama dengan MT I yang petani di luar GPOT, “ ungkapnya.
MT III luas panen lahan GPOT keseluruhan di kecamatan Sukaresmi 112 hektar terpusat di desa Pasirkadu. Meski sempat terendam banjir hal tersebut tidak berpengaruh pada hasil panen. Padi masih bisa diselamatkan dan dipanen pada waktunya dengan produktivitas 8,2 ton/ha dan total produksi mencapai 540 ton GKP.
“ Kurang lebih 45 hektar sempat terendam banjir selama dua hari. 15 ha di poktan Tani Makmur, 20 ha di poktan Tanjung Sari dan poktan Tani Berkah 10 ha, “ terangnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menuturkan saat ini Kementerian Pertanian sedang melakukan transformasi pertanian dari tradisional ke modern. Karena dengan pertanian tradisional yang produktivitasnya masih rendah tak memungkinkan untuk memberi makan penduduk yang semakin banyak bahkan di Desember (2020 – red) penduduk Indonesia sudah lebih dari 270 juta jiwa. Oleh karena itu transformasi ke produktivitas tinggi mutlak diperlukan, yakni dengan pertanian modern.
Dalam sebuah acara yang dihadiri penyuluh pertanian se Banten beum lama ini Dedi juga menyatakan bahwa Banten sebagai salah satu sentra produksi beras nasional, jangan hanya memikirkan Banten saja, tetapi harus juga turut memikirkan kebutuhan pangan provinsi lain yang memang tidak memungkinkan untuk menghasilkan beras.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak mau main-main dalam menggenjot produktivitas pertanian. Mentan targetkan produktivitas padi minimal 7 ton per hektare (ha).
Iapun menekankan agar setiap wilayah mempertahankan pertanian di wilayahnya agar cukup pangannya.. Karena rakyat tidak boleh bersoal dengan pangan.(Regi/PPMKP).