Kepala BPPSDMP Suntikan Motivasi Agar BPP Mandalawangi Segera Bertransformasi Jadi Kostratani

Publikasi

 

Pandeglang : Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong dan membuka peluang pengembangan BPP model menjadi KostraTani. Syarat utama, BPP menjadi Kostratani yaitu lokasi dekat kantor UPT Kementan, intensif pelatihan, ada listrik, jaringan internet dan memiliki perangkat IT.

Syarat lainnya yakni, semangat dan keinginan penyuluh. Misalnya, cara mengolah data, menyiapkan CPCL dan verifikasi sehingga dapat dilaporkan ke Agriculture War Room (AWR) Kementan. Yang tak kalah penting dukungan dinas pertanian provinsi, kabupaten dan kota.

Mentan SYL menegaskan, setelah BPP Kostratani terkoneksi dengan AWR, selanjutnya BPP Kostratani harus terhubung secara digital dengan petani di wilayah kerjanya. Ia berangan – angan suatu saat seorang koordinator BPP Kostratani bisa berdiskusi dan memberikan penyuluhan hanya dengan mengirimkan link video conference ke semua petani, dan melalui androidnya, petani bisa langsung terhubung dan bergabung dalam video conference tersebut.

Mentan yakin bila penyuluh pertaniannya cerdas, dapat menjamin para petaninya juga cerdas. Begitu pula jika penyuluhnya kompeten menguasai sisi hulu, bisa dipastikan para petaninya juga akan menerapkan cara budidaya yang baik. Perilaku petani sebagaimana perilaku penyuluh pertaniannya.

Salah satu BPP yang diharapkan bertransformasi menjadi Kostratani adalah BPP Mandalawangi Kabupaten Pandeglang. Harapan tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat berkunjung dan bertemu langsung dengan penyuluh kecamatan Mandalawangi, Rabu (5/8).

Didampingi Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Yusral Tahir, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti Kepala Badan disambut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardy serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid.

Dedi berujar agar BPP Mandalawangi menjadi contoh BPP lain untuk membangun kostratani di provinsi Banten. Ia mengajak dalam hal menjalankan program – program utama Kementan BPP Mandalawangi harus terdepan, sehingga tak akan sulit untuk mendapat fasilitas bantuan pemerintah.

“ Ketika Menteri menginginkan data, mandalawangi selalu siap. Meskipun PPL di Mandalawangi hanya lima orang tapi dengan semangat juang yang tinggi pasti semua program utama Kementan akan berjalan dengan baik, “ ungkapnya

Dedi berkomitmen BPP Mandalawangi sebagai Kostratani juga akan difungsikan sebagai rumah pintar petani yang mendorong para petani untuk tidak hanya melakukan produksi, namun juga kegiatan pascapanen dan pemasaran.

“ Sebagai rumah pintar petani BPP Mandalawangi sebagai Kostratani harus bisa mendorong para petani agar tidak hanya melakukan produksi, tetapi juga kegiatan pasca panen dan pemasaran,” ujar Dedi yang mengakhiri kunjungan di Pandeglang dengan sowan ke Bupati Irna Narulita di Pendopo Kabupaten Pandeglang.(Regi/PPMKP)