You are currently viewing Kepala BPPSDMP Sebut Penyuluh Pertanian Ada Di Posisi Mulia dan Strategis

Kepala BPPSDMP Sebut Penyuluh Pertanian Ada Di Posisi Mulia dan Strategis

Ciawi Bogor — PPMKP :     Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi menyebut Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani) adalah Center Of Excellent di Kecamatan yang pelaku, eksekutor dan pelaksananya adalah penyuluh pertanian.

“ Ini artinya Kementerian Pertanian meletakkan penyuluh pada posisi yang mulia dan  strategis menentukan pembangunan pertanian Indonesia, “ ujarnya dihadapan penyuluh peserta Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Kostra Tani Angkatan I dan Pelatihan Manajemen Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Sebagai Pusat Pembelajaran Mendukung Kostra Tani Angkatan I, II di Aula Koesnoto Asrama Bumi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Senin (3/2).

Kata Dedi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan penyuluh adalah kopasusnya pertanian yang berarti memiliki tujuan, target dan orang – orang khusus. Lebih jauh Dedi menjelaskan, khususnya ialah memiliki kemampuan diatas  rata – rata. Kemampuan ini akan mendukung tercapainya tujuan utama pembangunan pertanian ke depan yakni menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk, mensejahterakan petani dan mendukung sepenuhnya ekspor.

“ Tujuan pembangunan pertanian sangatlah mulia, strategis dan penting untuk hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, oleh karenanya penyuluh harus menjadi orang – orang khusus, pilihan, berkemampuan prima  dan excellent ” ungkapnya. 

Mentan SYL ucap Dedi dalam berbagai kesempatan mengingatkan tentang peran vital penyuluh pertanian.  

“ Penyuluh itu otaknya petani, kenapa? Karena apa yang ada di benak petani itu berasal dari penyuluh. Itu yang selalu diucapkan Mentan, “ ucapnya.

Ia melanjutkan, jika ingin petani pintar maka penyuluhnya harus pintar terlebih dulu. Iapun  berpesan jadilah penyuluh yang selalu dirindukan, diharapkan kehadirannya dan dicintai petani, karena itu indikator keberhasilan penyuluh.  Untuk itu, Dedi menekankan agar penyuluh senantiasa membangun komunikasi, silaturahmi, ada perkataan, kontak sosial dan kontak batin yang intens dengan petani.  Dedi menambahkan penyuluhpun harus mampu mendengar apa yang menjadi keinginan dan kesulitan petani.

“ Pada saat petani menderita penyuluh harus hadir ditengah – tengah sawah, ditengah petani, tanpa itu tak  akan mungkin penyuluh dirindukan petani, “ imbuhnya.

Tidak hanya bagi petani, Dedi menegaskan penyuluh harus pula menjadi solusi bagi dinas yang menaunginya.(RG/PPMKP)