Kepala BPPSDMP Jadi Mentor Di Seminar Proper Latpim Tk. III

Publikasi

Ciawi Bogor – PPMKP : Sebanyak 40 Proyek Perubahan diseminarkan peserta Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) Tk. III Angkatan XIV Kementerian Pertanian (Kementan) di Pusat Pelatihan Manajemen dan kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Selasa(16/9).
Pelaksanaan Seminar dibagi ke dalam 4 (empat) kelompok seminar. Masing-masing kelompok seminar terdiri atas 1 (satu) orang penguji, 1 (satu) orang mentor, dan 1 (satu) orang coach.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi turut hadir dalam seminar tersebut. Dedi hadir sebagai mentor kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Husnain.
Dedi menyampaikan Proyek perubahan yang dibutuhkan pada era ini adalah yang mengarah pada 4.0. yang sangat cepat, efisien dan transparan.
Untuk menjamin sebuah proper dilaksanakan Ia berujar diperlukan komitmen dari pengguna. Ia mencontohkan proper sistem pelayanan analisis tanah, pupuk dan air secara online. Sistem ini mempermudah, dan mempercepat konsumen untuk mendapatkan rekomendasi pemupukan.
“ Setelah dilakukan secara online dimanapun berada bisa registrasi, secara bersamaan sampel dikirim ke laboratorium langsung di proses dan hasilnya bisa dicek secara online. Selain itu sistem inipun bisa di tracking, dengan demikian bisa ditelusuri prosesnya, “ urainya.
Data – data tersebut tersimpan secara otomatis dan dapat menjadi database tanah, air, pupuk dan tanaman yang dianalisis di laboratorium yang bisa dijadikan dasar untuk menyusun big data untuk membuat artificial intelegent dan berfungsi sebagai rekomendasi untuk pemupukan.
“ Inovasi teknologi 4.0 di sektor pertanian berkembang sangat cepat, sehingga dibutuhkan SDM yang mengerti dan menguasai ICT (Information, Communication, Technologi), “ ungkapnya
Ia mengatakan SDM sebagai pelaku, praktisi dan eksekutor dalam pembangunan pertanian harus siap, karena di era 4.0 tidak ada lagi batas antara ruang dan waktu..
“ Dengan 4.0 yang namanya waktu dan ruang itu tembus. Setiap saat proses produksi, pemasaran, transaksi, distribusi bisa dikerjakan. Traktor di Jawa bisa dikendalikan di Kalimantan, hanya dengan android dan internet “ katanya. (RG/PPMKP)